Langkah Public Relations Saung Angklung Udjo dalam Pengembangan Brand Image melalui Kawasan Angklung Living Museum
DOI:
https://doi.org/10.47134/jbkd.v2i4.4630Keywords:
Saung Angklung Udjo, Brand Image, Angklung Living Museum, Dimensi Brand Image, Strategi Public RelationsAbstract
Dalam persaingan global yang semakin ketat, brand tidak hanya dituntut menyediakan produk atau layanan berkualitas, tetapi juga membangun citra yang membedakannya dari kompetitor. Dalam sektor pariwisata, brand image menjadi penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang unik dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi brand image yang meliputi identitas merek, kepribadian merek, asosiasi merek, perilaku dan sikap merek, serta kompetensi dan manfaat merek, melalui studi kasus di Saung Angklung Udjo. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka selama periode 27 Juni hingga 14 Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saung Angklung Udjo berhasil mengimplementasikan kelima dimensi brand image melalui kawasan Angklung Living Museum yang menampilkan budaya Sunda secara autentik dan konsisten melalui program edukatif dan interaktif. Citra merek dibangun melalui komunikasi yang ramah, inklusif, serta keterkaitan antara pelestarian budaya dan destinasi wisata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan identitas digital, peningkatan inovasi program, dan perluasan kolaborasi global untuk memperkuat posisi Saung Angklung Udjo sebagai destinasi budaya berkelanjutan.
References
Aaker, D. A. (1991). Managing brand equity: Capitalizing on the value of a brand name. The Free Press.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Cutlip, S. M., Center, A. H., & Broom, G. M. (2013). Effective public relations (11th ed.). Pearson Education.
Hein, G. E. (2000). Learning in the museum. Routledge.
ICOM (International Council of Museums). (2020). ICOM definition of museum. https://icom.museum/en/resources/standards-guidelines/museum-definition/
IPRA. (2019). Code of conduct: International Public Relations Association. International Public Relations Association. https://www.ipra.org/member-services/code-of-conduct/
Jackson, A., & Kidd, J. (2011). Performing heritage: Research, practice and innovation in museum theatre and live interpretation. Manchester University Press.
Keller, K. L. (1993). Conceptualizing, measuring, and managing customer-based brand equity. Journal of Marketing, 57(1), 1–22. https://doi.org/10.2307/1252054
Morgan, N., Pritchard, A., & Pride, R. (2004). Destination branding: Creating the unique destination proposition (2nd ed.). Elsevier.
Nurhiyah, N., & Darmawan, W. (2021). Strategi komunikasi dalam membangun citra pariwisata budaya. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 165–179. https://doi.org/10.24002/jik.v19i2.5271
Pike, S. (2002). Destination image analysis—A review of 142 papers from 1973 to 2000. Tourism Management, 23(5), 541–549.
Saung Angklung Udjo. (2024). Angklung Living Museum Saung Angklung Udjo. Saung Angklung Udjo Foundation.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wijaya, B. S. (2013). Dimensions of brand image: A conceptual review from the perspective of brand communication. European Journal of Business and Management, 5(31), 55–65.
Wilcox, D. L., & Cameron, G. T. (2011). Public relations: Strategies and tactics (10th ed.). Pearson Education.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Meutia Nada Zahrany, Centurion Chandratama Priyatna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



