Analisis Faktor Ketidakefisienan Indikator Rawat Inap Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember
DOI:
https://doi.org/10.47134/mpk.v2i3.6102Keywords:
Covid-19, Indikator Pelayanan Rawat Inap, Rumah SakitAbstract
Efisiensi pelayanan rawat inap rumah sakit dapat dilakukan dengan menentukan nilai BOR, LOS, TOI, dan BTO, akan tetapi pada tahun 2021 di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember masih terdapat nilai indikator rawat inap yang belum efisien berdasarkan Kementerian Kesehatan yaitu pada triwulan IV nilai BOR 1,88%, TOI 176 hari, dan BTO 0,16 kali masih terdapat nilai indikator yang tidak memenuhi nilai efisiensi Kementerian Kesehatan. Pendapatan rumah sakit dan mutu layanan dipengaruhi oleh kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidakefisienan indikator pelayanan rawat inap pasien covid-19 pada tahun 2021 berdasarkan berdasarkan teori Azwar (masukan dan proses) sebagai penyebab capaian efisiensi indikator pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kurangnya jumlah tenaga kesehatan dan kurangnya pemerataan tempat tidur, sikap tenaga kesehatan yang masih kurang konsisten serta komunikasi kurang terjalin, sedangkan pelayanan kesehatan masih belum optimal dan kurangnya koordinasi untuk kegiatan pasien isolasi. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan dengan penyediaan jumlah staff yang memadai, realokasi tempat tidur, optimalisasi pelayanan kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
References
A. P. Nursyafilla. (2022). Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Berdasarkan Grafik Barber-Johnson di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Skripsi.
A. S. Herawaty. (2021). "Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2016, 2017, dan 2018 (Melalui Pendekatan Barber-Johnson)." Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 2(1), 56–61.
A. Salim, E. Rachmawati, M. W. Santi, & I. Muflihatin. (2023). "Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR) di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar." J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 4(4), 219–227. https://doi.org/10.25047/j-remi.v4i4.3322
D. Agustina, A. P. Solin, & S. A. Khairunnisa. (2023). "Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Padang Sidimpuan." Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(1), 123–134.
Erizal & H. Muna. (2021). "Gambaran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pencapaian Bed Occupancy Ratio (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zubir Mahmud Aceh Timur." Jurnal Edukes, 4(2), 220.
H. N. Yuniawati, H. S. Rohmah, & S. Setiatin. (2021). "Analisis Efisiensi Nilai Bed Occupancy Rate (BOR) Pada Masa Pandemi COVID-19 Periode Triwulan 4 Tahun 2020." Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan, 116–122. Tersedia di: http://www.ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/502
H. Stiyawan, M. Mansur, & V. M. M. Noor. (2018). "Dampak Tidak Patuh Terhadap Pelaksanaan SOP Alur Rawat Jalan di Rumah Sakit 'X' Malang." Ekspektra: Jurnal Bisnis dan Manajemen, 2, 1–16. https://doi.org/10.25139/ekt.v2i1.641
K. Sihotang. (2017). "Pengelolaan Sarana dan Prasarana Praktik Pada Jurusan Tata Busana." Manajer Pendidikan, 11(6), 545–548.
Kemenkes RI. (2010). Klasifikasi Rumah Sakit. Implementation Science, 116.
Kemenkes RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Implementation Science. Tersedia di: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/152506/permenkes-no-3-tahun-2020
M. Nurhayati. (2018). "Peran Tenaga Medis Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Pembantu Linggang Amer Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat." E-Journal Administrasi Negara, 1(1), 1–169.
M. Tahir, S. Handayani, S. Sakinah, & A. Sukarta. (2022). "Hubungan Organisasi dengan Peningkatan Mutu Pelayanan Puskesmas Baranti Kabupaten Sidrap." Jurnal Global Research Public Health, 7(1), 35–40. https://doi.org/10.30994/jgrph.v7i1.369
Meilina & I. Bernarto. (2021). "Pengaruh Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Perawat terhadap Kepuasan Pasien." Jurnal Administrasi Bisnis, 11(1), 1–6.
N. I. Arif, S. Suhadi, & F. Fithria. (2023). "Analisis Faktor Penyebab Penurunan Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo Kendari Tahun 2022." Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo, 4(2), 174–181. https://doi.org/10.37887/jakk.v4i2.43171
N. Larasati. (2016). "Kualitas Pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional dalam Rangka Menjamin Perlindungan Kesehatan bagi Peserta BPJS di RSUD DR. M. Soewandhi Kota Surabaya." Kebijakan dan Manajemen Publik, 4(2), 81–93. Tersedia di: www.setdaprovkaltim.go.id
N. P. A. Hendra Rohman & Ibnu Mardiyoko. (2018). "Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, dan BTO Berdasarkan Grafik Barber Johnson." Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika, 3(1), 11–21. https://doi.org/10.25311/keskom.vol1.iss4.24
N. Natasya & M. Yusuf. (2021). "Mutu Pelayanan Kesehatan Pada Pasien yang Pernah Menggunakan BPJS." JIM Fkep, 5(3), 128–134.
P. Oqtaviana. (2022). "Hubungan Antara Beban Kerja, Motivasi dan Reward Dengan Tingkat Stres Pada Karyawan Pra Rumah Sakit Ambulans Gawat Darurat di Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2021." Indonesian Scholar Journal of Medical and Health Science, 1(6), 195–201. Tersedia di: https://dohara.or.id/index.php/hsk/article/view/113
P. Simanihuruk, D. Tamba, & R. Sagala. (2021). "Pengaruh Sikap, Norma Subyektif dan Kontrol Perilaku yang Dirasakan terhadap Minat Berwirausaha dengan Pendekatan Theory of Planned Behaviour." Manajemen dan Bisnis, 21, 90–112. Tersedia di: https://media.neliti.com/media/publications/472750-none-617e92b5.pdf
R. A. Pramesti, S. A. P. Sambul, & W. Rumawas. (2019). "Pengaruh Reward dan Punishment terhadap Kinerja Karyawan KFC Artha Gading." Jurnal Administrasi Bisnis, 9(1), 57. https://doi.org/10.35797/jab.9.1.2019.23557.57-63
R. I. Sudra. (2010). Statistik Rumah Sakit.
R. Riskiyah, T. Harijanto, & V. M. M. Noor. (2016). "Faktor yang Mempengaruhi Pemahaman Kepala Ruang Rawat Inap tentang Pelaporan Kinerja Utilitas Bangsal di Rumah Sakit." Jurnal Kedokteran Brawijaya, 29(3), 300–304. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2016.029.03.11
S. D. Anggraini, Suliyanto, & Roestijawati Nendyah. (2022). "Pengaruh Kualitas Pelayanan Medis, Penunjang Medis, Non Medis, SIMRS (Pasien) terhadap Kepuasan Pasien RSGMP Unsoed." Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi, 24(1), 28–46.
S. J. Swari, G. Alfiansyah, R. A. Wijayanti, & R. D. Kurniawati. (2019). "Analisis Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap RSUP Dr. Kariadi Semarang." Arteri: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 50–56. https://doi.org/10.37148/arteri.v1i1.20
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta.
V. Valentina. (2019). "Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Ruang Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson di RSUD Dr. Pirngadi Medan." Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda, 4(2), 598–603. Tersedia di: https://www.neliti.com/publications/299222/
Widiyanto & Rosalina Adi Wijayanti. (2020). "Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Mitra Medika Kabupaten Bondowoso." J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 1(4), 529–536. Tersedia di: https://publikasi.polije.ac.id/index.php/j-remi/article/view/2060
Y. Suraja. (2018). "Pengelolaan Rekam Medis pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan." Starki.id, 4, 62–71.




