Tantangan Pengembangan Daya Tarik Wisata di Destinasi Wisata Bahari yang Belum Berkembang: Studi Kasus Wisata Bahari Tlocor, Sidoarjo, Jawa Timur

Authors

  • Niken Novianti Maharani Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Garsione Agni Andrea Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.47134/pjpp.v3i2.6142

Keywords:

Daya Tarik Wisata, Wisata Bahari, What To See, What To Do, What To Buy, Pulau Lusi, Tlocor, Sidoarjo

Abstract

Wisata bahari Tlocor  di Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi sebagai destinasi wisata bahari melalui keberadaan Pulau Lusi yang memiliki nilai geologis dan ekologis yang unik. Namun, pengembangan destinasi belum optimal sehingga belum mampu meningkatkan daya saing kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan pengembangan daya tarik wisata berdasarkan komponen what to see, what to do, dan what to buy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik utama berupa Pulau Lusi dan ekosistem mangrove belum didukung oleh pengelolaan destinasi yang terintegrasi. Kolaborasi antarpemangku kepentingan masih berfokus pada pembangunan infrastruktur, sedangkan tata kelola, promosi, dan pengembangan atraksi belum optimal. Aktivitas wisata masih terbatas, partisipasi masyarakat didominasi pada aspek operasional, serta belum tersedia produk suvenir khas yang mendukung ekonomi lokal. Selain itu, aspek legalitas Pulau Lusi menjadi kendala dalam pembangunan fasilitas permanen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan Wisata Bahari Tlocor memerlukan penguatan tata kelola kolaboratif, diversifikasi atraksi, pengembangan destination branding, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan prinsip sustainable tourism management yang memperhatikan carrying capacity untuk mewujudkan destinasi wisata bahari yang berkelanjutan

References

Astriecia, A., & Bandiyah, U. N. (2026). Evaluasi Pengembangan Taman Wisata Jati Larangan Dalam Perspektif 6A. 10(1).

BUTLER, R. W. (1980). THE CONCEPT OF A TOURIST AREA CYCLE OF EVOLUTION: IMPLICATIONS FOR MANAGEMENT OF RESOURCES (pp. 24(1), 5–12). https://www.researchgate.net/profile/Richard-Butler/publication/228003384_The_Concept_of_A_Tourist_Area_Cycle_of_Evolution_Implications_for_Management_of_Resources/links/59e085530f7e9bc51268d97b/The-Concept-of-A-Tourist-Area-Cycle-of-Evolution-Implication

Damanik, A. G. (2023). Analisis Pengembangan Komponen 4A (Attraction, Amenities, Ancillary, dan Accessibility) Daya Tarik Wisata Green Bowl Beach Bali. Skripsi Universitas Pradita, 63–64.

Damanik, J., Wijayanti, A., & Nugraha, A. (2018). Perkembangan Siklus Hidup Destinasi Pariwisata di Indonesia: Analisis Berdasarkan Data Makro Badan Pusat Statistik, 2002–2012. Jurnal Nasional Pariwisata, 10(1), 1. https://doi.org/10.22146/jnp.59470

Darsana, I. M., Yanti, A. S., Wayan, N., & Mariani, R. (2025). Tourism Area Life Cycle (TALC) Sebagai Strategi Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan di Kabupaten Badung-Bali. Sibatik Journal, 4(4), 365–378. https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK

Daya, Prayogi, B., & Yanti, D. (2025). Langkat Dengan Pendekatan Tourism Area Life Cycle (TALC). 12(2), 113–122.

Dipayani, A. (2026). Siklus Hidup Kawasan Wisata (TALC) Sentra Kuliner Ikan Bakar di Pantai Blimbingsari Banyuwangi. 6(2), 36–50. https://doi.org/10.53356/diparojs.v6i2.106

Fauzi, H. M., & Idris, I. (2024). Analisis Tahap Perkembangan Wisata Lembah Tumpang Kabupaten Malang Berdasarkan Tourism Area Life Cycle. Jurnal Kepariwisataan, 23(2), 99–119. https://doi.org/10.52352/jpar.v23i2.1556

Galih Alco Pranata, H. I. (2018). Konsep Tourism Area Life Cycle. Jurnal Teknik ITS, 7(2).

Handayani, M., Mauliani, S. F., Tsani, R. R., & Hartanto, M. (2021). Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Strategi Pengembangan Potensi dan Sumber Daya Wisata Pantai. 2(2), 71–86.

Idris, M., Anwar, Y., Syukur, A. T., & Mustamin, N. A. (2025). Analyzing Collaborative Governance in Tourism Development: A Case Study of Karampuang Island, West Sulawesi. Jurnal Borneo Administrator, 21(3), 275–290. https://doi.org/10.24258/jba.v21i3.1707

Indah, A. (2022). Analisis Siklus Hidup Pariwisata dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Wisata Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. 8, 496–519.

Jailani, M. S., Jeka, F., Asrulla, & Risnita. (2023). Populasi dan Sampling (Kuantitatif), Serta Pemilihan Informan Kunci (Kualitatif) dalam Pendekatan Praktis. In Jurnal Pendidikan Tambusai (Vol. 7, No. 3, pp. 26320–26332).

Khikmawati, L., & Hardjati, S. (2022). Model Pengembangan Wisata Bahari Dalam Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan (Model Development Marine Tourism in Increasing the Interest of Tourist Visits). Jurnal Kebijakan Publik, 13(4), 413–420. https://jkp.ejournal.unri.ac.idhttps//jkp.ejournal.unri.ac.id

Muchammad Satrio Wibowo, & Belia, L. A. (2023). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 6(1), 25–32. https://doi.org/10.23887/jmpp.v6i1.58108

Musleh, M., Casmiwati, D., Lubis, L., & Rosa, N. S. (2026). Stakeholder Cooperation Model in Sustainable Marine Ecotourism Development at Tlangoh Beach, Indonesia. Environment and Ecology Research, 14(3), 324–335. https://doi.org/10.13189/eer.2026.140306

Octavia, R., Haruni, C. W., & Anoraga, S. (2021). Implementasi Izin Usaha Daya Tarik Wisata di Kota Batu. Indonesia Law Reform Journal, 1(2), 241–256. https://doi.org/10.22219/ilrej.v1i2.16377

Panagiotopoulou, P., & Skoultsos, S. (2025). Stakeholders’ Involvement in Sustainable Destination Management: A Systematic Literature Review of Existing Multi-Stakeholder Frameworks and Approaches. Tourism and Hospitality, 6(5). https://doi.org/10.3390/tourhosp6050250

Rahayu, I., Ozali, I., & Cakrawala, P. B. (2024). Intelektiva Model Pengelolaan Wisata Bahari Berkelanjutan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. 6(1), 1–9.

Setianingrum, F., Puspita, E. G., Refaldho, F., & Subekti, F. (2026). Melalui Pendampingan Linguistic Landscape Berbasis ABCD: Empowerment of the Kampung Melayu Marine Tourism Area Through ABCD-Based Linguistic Landscape Guidance. 9, 380–395.

SUFYAN, A., RISANDI, J., & AKHWADY, R. (2023). Observasi Pasang Surut dan Arus di Muara Porong untuk Mendukung Pengembangan Pulau Lusi. In Jurnal Teknologi Lingkungan (Vol. 24, No. 2, pp. 200–206). https://doi.org/10.55981/jtl.2023.986

Surya, A. R. (2025). Analisis Motivasi Wisatawan Berkunjung ke Ajang Turnamen E-Sport MPL Indonesia Sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusus. 12–19.

Teguh, F. X., & Scott, N. (2026). Government-Led DMO and Collaborative Governance Practices: Case Study in Labuan Bajo. 20(June), 41–74. https://doi.org/10.47608/jki.v20i12026.41-74

VANESSA Wella Bella May Sheila, Elyanta Marciella, K. N. (2024). Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Bukit Holbung di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Sports Culture, 15(1), 72–86. https://doi.org/10.25130/sc.24.1.6

Yohanes Debrito Suhardi, Primus Gadu, A. S. (2024). Strategi Pengembangan Pariwisata Bahari di Pantai Senggigi Kabupaten Lombok. 3(3), 1001–1008.

Downloads

Published

2026-07-13

How to Cite

Maharani, N. N., & Andrea, G. A. (2026). Tantangan Pengembangan Daya Tarik Wisata di Destinasi Wisata Bahari yang Belum Berkembang: Studi Kasus Wisata Bahari Tlocor, Sidoarjo, Jawa Timur. Jurnal Pariwisata Dan Perhotelan, 3(2), 1–12. https://doi.org/10.47134/pjpp.v3i2.6142

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 

You may also start an advanced similarity search for this article.