Pariwisata Hiu Paus dan Perubahan Iklim: Kajian Literatur Tentang Pendekatan Kapasitas dan Daya Dukung Lingkungan di Ekosistem Pesisir
DOI:
https://doi.org/10.47134/pjpp.v3i1.5218Keywords:
Pariwisata Hiu Paus, Daya Dukung Lingkungan, Perubahan Iklim, Ekowisata Bahari, Ekosistem PesisirAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pariwisata hiu paus (Rhincodon typus), kapasitas daya dukung lingkungan, serta pengaruh perubahan iklim terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Penelitian dilakukan melalui studi literatur sistematis dengan menelaah 20 publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan, meliputi kajian ekologi hiu paus, dinamika oseanografi, tekanan aktivitas wisata, serta penerapan konsep kapasitas daya dukung lingkungan dalam pengelolaan pariwisata bahari. Literatur-literatur tersebut kemudian dipilih berdasarkan kriteria tahun publikasi, kesesuaian topik penelitian, dan ketersediaan Digital Object Identifier (DOI). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan sintesis naratif untuk mengidentifikasi pola hubungan, kecenderungan temuan, dan implikasi pengelolaan yang muncul dari berbagai studi. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata hiu paus yang tidak dikelola sesuai kapasitas daya dukung lingkungan sangat berpotensi menyebabkan perubahan perilaku satwa, peningkatan gangguan habitat, serta penurunan kualitas perairan akibat tekanan antropogenik. Selain itu, perubahan iklim, khususnya peningkatan suhu permukaan laut, perubahan pola arus, dan fluktuasi produktivitas plankton, terbukti dapat berpengaruh terhadap distribusi spasial, waktu kemunculan, dan pola migrasi hiu paus di wilayah pesisir tropis. Kondisi tersebut memberikan dampak langsung terhadap stabilitas dan kepastian aktivitas wisata yang bergantung pada keberadaan spesies ini. Temuan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata hiu paus memerlukan integrasi antara penilaian kapasitas daya dukung lingkungan yang bersifat dinamis dan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Pendekatan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara konservasi ekosistem laut, keberlanjutan ekonomi, dan kepentingan sosial masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
References
Ariani, R. R. (2020). Persepsi daya dukung ekowisata bahari Pulau Mandangin. Jurnal Agriscience Trunojoyo.
Biggs, D., Hall, C. M., & Stoeckl, N. (2012). The resilience of formal and informal tourism enterprises to disasters. Journal of Sustainable Tourism, 20(5), 645–665. https://doi.org/10.1080/09669582.2011.630080
Buckley, R. (2011). Tourism and environment. Annual Review of Environment and Resources, 36, 397–416.
https://doi.org/10.1146/annurev-environ-041210-132637
Budhiawan, P. G., & Purwanti, F. (2019). Carrying capacity of marine tourism development at Teleng Ria Beach, Pacitan Regency, East Java. Eurasia: Economics and Business, 5(23), 18–26. https://doi.org/10.18551/econeurasia.2019-05
Cagua, E. F., Cochran, J. E. M., Rohner, C. A., Prebble, C. E. M., Snow, S., & Berumen, M. L. (2015). Acoustic telemetry reveals cryptic residency of whale sharks. Marine Biology, 162, 1425–1433. https://doi.org10.1098/rsbl.2015.0092
Catlin, J., & Jones, R. (2010). Whale shark tourism at Ningaloo Marine Park: A longitudinal study of wildlife tourism. Tourism Management, 31(3), 386–394. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2009.04.004
Christianty, S., La Sara, & Yusran, M. (2025). Ecological carrying capacity for marine tourism in Southeast Maluku, Indonesia. Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries, 29(2), 1265–1275.
Cifuentes, M. (1992). Determinación de capacidad de carga turística en áreas protegidas. CATIE.
Davenport, J., & Davenport, J. L. (2006). The impact of tourism and personal leisure transport on coastal environments: A review. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 67(1–2), 280–292. https://doi.org/10.1016/j.ecss.2005.11.026
Djunaidi, A., Jompa, J., Nadiarti, N., Bahar, A., Tilahunga, S. D., Lilienfeld, D., & Hani, M. S. (2020). Analysis of two whale shark watching destinations in Indonesia: Status and ecotourism potential. Biodiversitas, 21(9), 4911–4923. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210958
Farhum, M., Jompa, J., Restu, M., & Salman, D. (2021). Carrying capacity analysis in Bunaken National Park to support marine tourism activity. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 763, 012069. https://doi.org/10.1088/1755-1315/763/1/012069
Haskell, P. J., McGowan, A., West, G., Fuller, W., & Pierce, S. J. (2015). Monitoring the effects of tourism on whale shark (Rhincodon typus) behaviour in Mozambique. Oryx, 49(3), 492–499. https://doi.org/10.1017/S0030605313001257
Herawati, H., Angellica, M. S., Apriliani, I. M., & Arief, M. C. W. (2023). Daya dukung dan nilai ekonomi kawasan ekowisata di Kabupaten Pangandaran. Jurnal Akuatika Indonesia, 8(2), 116–126. https://doi.org/10.24198/jaki.v8i2.44881
IPCC. (2023). Climate Change 2023: Synthesis Report of the Sixth Assessment Report. Intergovernmental Panel on Climate Change.
Junaid, I. (2018). The carrying capacity for the development of marine ecotourism in Tanjung Karang. Media Kajian Perikanan (UNAIR).
Kusumawati, D., & Hidayat, R. (2021). Analisis kapasitas daya dukung wisata bahari di Taman Laut Karimunjawa. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Legaspi, C., Alava, J. J., & David, L. T. (2020). In-water observations highlight the effects of provisioning on whale shark interactions. Frontiers in Marine Science, 7, 598515. https://doi.org/10.1098/rsos.200392
Long, C., Lu, S., Chang, J., Zhu, J., & Chen, L. (2022). Tourism environmental carrying capacity review: Hotspots, issues, and prospects. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(24), 16663. https://doi.org/10.3390/ijerph192416663
Newsome, D., Moore, S. A., & Dowling, R. K. (2013). Natural area tourism: Ecology, impacts and management. Channel View Publications.
Prihadi, D. J., Nuryana, A., Lili, W., Ihsan, Y. N., & Ihsan, E. N. (2017). Daya dukung lingkungan dan analisis kesesuaian pada wisata hiu paus (Rhincodon typus) di Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kabupaten Nabire. Jurnal Akuatika Indonesia, 2(2), 172–186. https://doi.org/10.24198/jaki.v2i2.23418
Rahmadani, A., & Sudarmadji, R. (2023). Strategi mitigasi perubahan iklim melalui pendekatan pariwisata berkelanjutan di wilayah pesisir NTB. Jurnal Pariwisata Tropika, 7(2), 45–57.
Ranintyari, P., Sunarto, S., & Syamsuddin, M. (2018). Effects of oceanographic factors on whale shark distribution in Cendrawasih Bay. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 149, 012050. https://doi.org/10.1088/1755-1315/149/1/012050
Sequeira, A. M. M., Thums, M., et al. (2013). Ocean-scale prediction of whale shark distribution. Diversity and Distributions, 19(4), 504–518. DOI:10.1111/j.1472-4642.2011.00853.x
Silva, S. F., & Ferreira, J. C. (2013). Beach carrying capacity: Physical and social analysis at Costa de Caparica, Portugal. Journal of Coastal Research, 65, 1039–1044. https://doi.org/10.2112/SI65-176.1
UNWTO. (2018). Making Tourism More Sustainable: A Guide for Policy Makers. United Nations World Tourism Organization.
Utami, A. D. (2019). Analisis daya dukung kawasan untuk pengembangan wisata Pantai Menganti, Kebumen, Jawa Tengah. GeoImage: Jurnal Kajian Geografi dan Ilmu Sosial, 8 (1), 23–32.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ikhsan Hanif, M. Sarjan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



