Analisis Dampak Pemekaran terhadap Lapangan Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Papua Pegunungan
DOI:
https://doi.org/10.47134/par.v3i1.5139Keywords:
PDRB, PDRB Per Kapita, Pertumbuhan Sektor Usaha, Pemekaran DaerahAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pemekaran daerah terhadap kinerja lapangan usaha dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya PDRB menurut lapangan usaha. Seluruh kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan menjadi sampel penelitian melalui teknik sampel jenuh, dengan total 28 observasi yang mencakup tujuh kabupaten dan empat tahun penelitian (2020–2023). Analisis dilakukan menggunakan uji beda Paired Sample t-test untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pemekaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pemekaran pada variabel PDRB, PDRB per kapita, pertumbuhan lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertumbuhan lapangan usaha konstruksi, serta pertumbuhan lapangan usaha jasa pendidikan. Sebaliknya, variabel pertumbuhan lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua periode. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemekaran daerah memberikan dampak positif pada sebagian besar sektor ekonomi, namun belum berpengaruh nyata pada sektor kesehatan dan kegiatan sosial.
References
ADB. (2020). Decentralization and Public Service Delivery in Asia. Asian Development Bank.
Adhikari, K. (2018). Infrastructure Development and Administrative Expansion: Impacts of New Local Governments in Developing Regions. Journal of Regional Policy, 12(3), 145–160.
Aprianto, D., & Mulyani, S. (2021). Dampak Pemekaran Daerah terhadap Pembangunan Infrastruktur dan Perekonomian Lokal. Jurnal Pembangunan Daerah, 9(1), 55–70.
Bank, W. (2021). Regional Development and Inequality in Indonesia. World Bank Publications.
Effendy, M. (2008). Otonomi Daerah dan Pemekaran Wilayah. RajaGrafindo Persada.
Firman, T. (2009). Decentralization Reform and Local-Government Proliferation in Indonesia: Towards a Fragmentation of Regional Development. Urban Studies, 46(3), 507–527.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hababil, A., Raharjo, R., & Pratama, A. (2024). Analisis Pemerataan Ekonomi dalam Mengurangi Ketimpangan Sosial-Ekonomi. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 19(1), 45–60.
Harmantyo, D. (2011). Dinamika Perkembangan Wilayah dan Transformasi Keruangan. Universitas Indonesia Press.
Hidayat, M. (2022). Evaluasi Dampak Otonomi Daerah terhadap Pembangunan Ekonomi Regional. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 13(1), 45–60.
Kuncoro, M. (2014). Otonomi Daerah dan Pembangunan Regional. UPP STIM YKPN.
Latifah, N. (2019). Peran Infrastruktur dalam Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Terpencil. Jurnal Perencanaan Pembangunan, 5(3), 112–127.
Nasution, R. (2019). Aksesibilitas Infrastruktur dan Dampaknya terhadap Ekonomi Wilayah Terpencil. Jurnal Transportasi Dan Wilayah, 11(1), 33–47.
Nugroho, S. (2017). Implementasi Kebijakan Pendidikan pada Era Desentralisasi. Jurnal Administrasi Pendidikan, 24(2), 112–124.
Prasetyo, D., & Lestari, N. (2021). Kapasitas Layanan Kesehatan pada Daerah Otonom Baru. Jurnal Kebijakan Kesehatan, 8(3), 221–234.
Rahman, A. (2020). Perkembangan Sektor Pertanian pada Daerah Pemekaran. Jurnal Agribisnis Regional, 5(2), 77–89.
Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2010). Economics (19th ed.). McGraw-Hill.
Saputra, R. (2024). Tantangan Administratif dalam Pemerintahan Daerah Baru di Indonesia. Jurnal Politik Dan Pemerintahan Daerah, 6(1), 21–38.
Sari, R., & Wibisono, D. (2020). Pengaruh Otonomi Daerah terhadap Pemerataan Akses Pendidikan. Jurnal Pendidikan Nasional, 10(1), 55–70.
Smoke, P. (2015). Rethinking Decentralization: Assessing Challenges to a Popular Public Sector Reform. Public Administration and Development, 35(4), 291–303.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sujatmiko, A. (2023). Analisis Kapasitas Fiskal Daerah Baru di Indonesia Pasca Pemekaran. Jurnal Administrasi Pembangunan, 10(2), 89–104.
Suwandi, H. (2020). Evaluasi Dampak Pemekaran terhadap Layanan Kesehatan Dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 88–102.
Trikurniasih, Y., Suroso, A., & Putri, H. (2019). Analisis Dampak Pemekaran Daerah terhadap Kinerja Keuangan dan Pelayanan Publik. Jurnal Administrasi Publik, 10(1), 67–79.
Wijaya, M. (2017). Transformasi Struktur Ekonomi dan Dinamika Pembangunan Daerah. Alfabeta.
Yuliana, S. (2022). Pemulihan Sektor Pendidikan Pasca Krisis dan Pengaruh Desentralisasi. Jurnal Pendidikan Dan Kebijakan, 14(3), 203–215.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2025 Charles Panggabean, J.Ary Mollet, Transna Putra Urip

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



