Rancang Bangun Alat Pendeteksi Hipotermia Berbasis Mikrokontroler Esp32 pada Pendakian Gunung
DOI:
https://doi.org/10.47134/jte.v2i3.4865Keywords:
Hipotermia, Mikrokontroler ESP32, MCP9808, Pendakian Gunung, Sistem Peringatan DiniAbstract
Hipotermia merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan pada kegiatan pendakian gunung. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh inti turun di bawah batas normal sehingga dapat mengancam fungsi organ vital dan berakibat fatal. Penelitian ini bertujuan merancang sabuk pintar berbasis mikrokontroler ESP32 yang dapat memantau suhu tubuh pendaki secara real-time, mendeteksi fase hipotermia, dan memberikan peringatan dini. Alat ini menggunakan sensor suhu MCP9808 untuk membaca suhu tubuh, OLED 0.96 inci sebagai penampil data, DFPlayer Mini dan speaker untuk peringatan suara, buzzer sebagai alarm tambahan, serta LED berdaya tinggi sebagai sinyal darurat dengan pola SOS. Sistem dikategorikan berdasarkan usia pengguna (remaja, dewasa, dan lansia) dengan batas suhu berbeda pada setiap fase hipotermia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor MCP9808 memiliki akurasi yang baik dengan deviasi ±0,3°C dibandingkan termometer medis. Cahaya LED dapat terlihat jelas hingga 48 meter, sedangkan bunyi buzzer terdengar hingga jarak 32 meter. Dengan demikian, sabuk pintar ini dapat berfungsi sebagai sistem peringatan dini yang efektif untuk mencegah hipotermia dalam kegiatan pendakian gunung.
References
Adafruit. (2021). "DHT22 Temperature and Humidity Sensor Guide." Retrieved from https://www.adafruit.com
Alamanda, A., & Nugraha, R. (2021). Analisis faktor risiko hipotermia pada pendaki gunung di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 15(2), 120–128. https://doi.org/10.25077/jkma.15.2.120-128.2021
Andhini, M. L., & Mustriwi. (2022). Pengetahuan Pendaki Gunung Tentang Hipotermia. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 9(2), 72–80.
Cunningham, J., Peterson, R., & White, A. (2019). Human Physiology Under Extreme Conditions. Journal of Wilderness Medicine, 30(4), 287–295.
Espressif Systems. (2020). ESP32 Technical Reference Manual. Espressif Systems. Retrieved from https://www.espressif.com
Hasibuan, R. A., & Abdi, M. (2024). Rancang Bangun Sistem Pelacak (Gps) Untuk Memonitoring Pendaki Gunung Berbasis Arduino. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 8(6).
Jones, R., & Carter, B. (2018). Wearable Technology for Health Monitoring in Extreme Environments. Journal of Health Tech Innovations, 9(2), 110–125.
Kamajaya, L., Pracoyo, A., Palupi, L. N., & Hidayat, A. R. (2023). Sistem Telemonitoring Kesehatan Berbasis IoT. Jurnal Elektronika Dan Otomasi Industri, 10(2), 137–145.
Kulon, T. M. J., & Mosey, H. I. R. (2024). Pemantauan Suhu Tubuh dan Detak Jantung Berbasis IoT dan Terintegrasi ThingSpeak, SMS dan Telegram. Jurnal Mipa, 23–28. https://doi.org/https://pdfs.semanticscholar.org/aa55/7be8aa773873c1edf4e80b313f9506af3f53.pdf
Kumar, S., Gupta, R., & Mehra, P. (2021). IoT-Based Wearable Technology for Health Monitoring. Journal of Emerging Technologies in Health Care, 15(3), 215–230.
Lestari, D., Prasetyo, Y., & Nugroho, A. (2022). Sistem monitoring suhu tubuh berbasis IoT menggunakan ESP32 dan sensor suhu digital. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, 11(3), 45–53. https://doi.org/10.31227/osf.io/xyz12
Maxim Integrated. (2019). DS18B20 Digital Thermometer Datasheet. Retrieved from https://www.maximintegrated.com.
Nugroho, A., Wibowo, H., & Setiawan, B. (2020). Implementasi perangkat wearable untuk pemantauan kesehatan berbasis Internet of Things. Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, 9(4), 311–318. https://doi.org/10.22146/jnteti.v9i4.1234
Park, J., Lee, H., & Kim, S. (2021). Real-time monitoring of hypothermia using wearable devices: A pilot study. Journal of Biomedical Engineering Research, 42(5), 87–95. https://doi.org/10.1109/JBER.2021.00587
Ratri, N., & Anggraini, S. (2021). Identifikasi gejala hipotermia pada pendaki gunung: Kajian literatur. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 55–63. https://doi.org/10.14710/jkli.20.1.55-63
Reed, D., Johnson, L., & Martin, T. (2021). The Critical Stages of Hypothermia: Identification and Management. Cold Climate Medicine Quarterly, 12(1), 45–62.
Smith, K., Brown, P., & Wilson, G. (2020). Hypothermia Risks for Mountain Climbers: Case Studies and Preventive Measures. Outdoor Safety Journal, 18(3), 233–240.
Susanto, A., & Wulandari, R. (2020). Desain sistem wearable berbasis ESP32 untuk deteksi dini kondisi kesehatan. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 8(3), 145–151. https://doi.org/10.14710/jtsiskom.8.3.145-151
Trenggana, H., Widasari, E. R., & Ichsan, M. H. H. (2023). Rancang Bangun Alat Deteksi Hipotermia berdasarkan Detak Jantung dan Suhu Tubuh dengan Metode Fuzzy Tsukamoto. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 6(12), 5647–5654. Diambil dari https://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/11955
Turner, R., Darocha, T., & Brugger, H. (2020). Accidental hypothermia in mountain activities: An evidence-based review. High Altitude Medicine & Biology, 21(3), 201–210. https://doi.org/10.1089/ham.2019.0154
Wijaya, D., & Saputra, R. (2022). Sistem peringatan dini berbasis IoT untuk pemantauan kesehatan pendaki gunung. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 24(2), 89–97. https://doi.org/10.5614/jsti.v24i2.3456
Yuliana, T., & Hardianti, F. (2023). Penggunaan wearable device dalam mencegah hipotermia pada pendaki gunung. Jurnal Kesehatan dan Keperawatan Indonesia, 15(1), 44–51. https://doi.org/10.24252/jkki.v15i1.2222
Zhang, X., Li, J., & Wang, Y. (2019). Temperature monitoring system based on ESP32 and cloud computing. International Journal of Online and Biomedical Engineering, 15(10), 23–32. https://doi.org/10.3991/ijoe.v15i10.11234
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rio Ferdinand Laksono Putra, Reza Rahmadian, Ayusta Lukita Wardani, Mahendra Widyartono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



