Problems of Proving and Confiscating Crypto Assets Proceeding from Money Laundering Crimes by the Prosecutor's Office in the Indonesian Criminal Justice System
DOI:
https://doi.org/10.47134/jcl.v3i3.1.5811Keywords:
evidence, asset confiscation, crypto assets, money laundering, Attorney General's Office, criminal justice systemAbstract
This study aims to analyze the challenges of proving and confiscating crypto assets in money laundering crimes and to formulate an adaptive legal concept within the Indonesian criminal justice system. The method used is normative juridical with a statutory and conceptual approach, through a review of the Criminal Procedure Code and its updates, Law Number 8 of 2010 concerning the Prevention and Eradication of Money Laundering Crimes, and Law Number 1 of 2024 concerning the Second Amendment to the Electronic Information and Transactions (ITE) Law. The results show that the Indonesian criminal law evidentiary system is not yet completely able to accommodate the decentralized, pseudonymous, and cross-jurisdictional characteristics of crypto assets, resulting in difficulties in identifying ownership, validating blockchain evidence, and relying on expert testimony. Furthermore, the mechanism for confiscation and confiscation of assets is also ineffective due to limited regulations regarding private key control, digital evidence management, and technical and jurisdictional barriers. Therefore, legal reform is needed by strengthening blockchain-based electronic evidence regulations, developing adaptive asset recovery mechanisms, including non-conviction-based forfeiture, and enhancing the institutional capacity of the Attorney General's Office and international cooperation. This will enable a criminal justice system that is responsive to technological developments and effective in combating crypto-asset-based money laundering.
References
Amrullah, M. A. (2024). Inovasi Digital dalam Bentuk Aset Kripto Sebagai Sarana untuk Melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang. MLJ Merdeka Law Journal, 5(2), 113-125.
Antari, Y. (2026). Konstruksi Hukum Pembalikan Beban Pembuktian dalam Tindak Pidana Pencucian Uang di Era Digital. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 7221-7234.
Arianto, A. F. (2024). Peran Lembaga Penegak Hukum Dalam Proses Perampasan Aset. Jurnal USM Law Review, 7(3), 1601-1615.
Aswadi, K. a. (2025). Perlindungan Hukum Aset Kripto Sebagai Objek Jaminan Berdasarkan Perspektif Hukum Jaminan. Diversi: Jurnal Hukum, 424-456.
Atmojo, R. N. (2023). Upaya perlindungan hukum bagi para konsumen pemegang aset kripto di Indonesia. Jurnal Hukum To-Ra: Hukum Untuk Mengatur Dan Melindungi Masyarakat, 254-276.
Darizta, F. S. (2023). Barang Bukti dalam Hukum Pembuktian di Indonesia. Lex Stricta: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 91-102.
Eugenia, F. L. (2024). Tantangan Praktis dalam Proses Pembuktian Perkara Pidana: Kredibilitas Saksi dan Validitas Bukti Elektronik. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 5(2), 492-503.
Ginting, Y. P. (2021). Pemberantasan Pencucian Uang dengan Pendekatan Follow the Money dan Follow the Suspect. Mulawarman Law Review, 6(2), 105-114.
Habsari, H. T., & Maharani, N. (2025). Kripto Dalam Pusaran Tindak Pidana Pencucian Uang dan Perampasan Aset di Indonesia. Jurnal Fundamental Justice, 6(1), 51-68.
Harun, M. N. (2025). Crypto Crime: Rekonstruksi Kualifikasi Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Era Digital Hukum Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum , 9520-9537.
Hasan, Z. W. (2024). Regulasi Penggunaan Teknologi Blockchain Dan Mata Uang Kripto Sebagai Tantangan Di Masa Depan Dalam Hukum Siber. Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum Dan Tata Negara, 2(2), 55-69.
Hawasara, W. R. (2022). Penerapan dan Kecenderungan Sistem Pembuktian yang dianut dalam KUHAP. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 587-594.
Hermanto, H. a. (2025). Pengaturan Penyitaan Aset Kripto sebagai Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 67.
Kinanti, P. M. (2024). Melintasi Era Digital Dengan Menganalisis Hukum Cryptocurrency dan Blokchain Dalam Yurisprudensi Modern. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(1), 920-932.
Kusuma, A. P. (2025). Validitas Digital Signature Dalam Smart Contract Terhadap Jual Beli Produk Hasil Pertanian Digital. Acten Journal Law Review, 99-116.
Limaatmaja, P. J. (2024). Aspek Pidana Terhadap Transaksi Mata Uang Kripto Yang Berpotensi Sebagai Tempat Pencucian Uang. Lex Positivis, 2(4), 511-532.
Lubis, F. K. (2025). Analisis hukum bukti elektronik sebagai alat bukti dalam pemeriksaan hukum acara perdata. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 614-626.
Mukhtar, A., Hafidz, M. R., & Said, M. F. (2022). Kedudukan Jaksa Selaku Pelaksana Mewakili Negara Dalam Sistem Peradilan Pidana. Journal of Lex Generalis (JLG), 3(4), 828-845.
Nasoha, A. M. (2025). Blockchain Kripto dan Pancasila: Kajian Hukum Internasional terhadap Perdagangan Elektronik. JDHI: Jurnal Dinamika Hukum Indonesia, 1(1), 39-48.
Nelson, J., Soekorini, N., Cornelis, V. I., & Paramitha, V. N. (2026). Aturan Legalitas Dan Kerangka Pengaturan Perlindungan Investor Aset Kripto Di Indonesia: Studi Komparasi Pengaturan Bappebti Dan Otoritas Jasa Keuangan (Ojk). COURT REVIEW: Jurnal Penelitian Hukum, 21-34.
Panggabean, D. H. (2020). Pemulihan Aset Tindak Pidana Korupsi Teori-Praktik dan Yurisprudensi di Indonesia. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Pujisari, Y. K. (2025). Pengaruh Perceived Security Dan Desentralisasi Terhadap Manfaat Finansial Pada Aset Kripto. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 19(2), 171-181.
Putra, R. T. (2025). Analisa pertanggungjawaban pidana atas penggunaan aset kripto sebagai sarana tindak pidana pencucian uang. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 6538-6552.
Rachmahdani, J. N. (2023). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Pencucian Uang melalui Aset Kripto. Jurist-Diction, 64.
Riswanto, R. R. (2024). Legal Aspects In Handling Money Laundering Cases In Indonesia. Asian Journal of Social and Humanities, 2(8), 1818-1823.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Emil Brunner, Lucky Ferdiles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






