Film Pendek Rajah Sunda: Media Pelestarian Budaya yang Mencerminkan Etika dan Sopan Santun
DOI:
https://doi.org/10.47134/dkv.v2i3.4751Keywords:
Rajah Sunda, Budaya, Film PendekAbstract
Rajah adalah satu warisan budaya sejenis mantra yang digunakan untuk memulai berbagai kegiatan seperti pekerjaan, menanam padi, membuka lahan baru, mengisahkan cerita pantun, sebagai permohonan izin kepada para penguasa. Namun kini jika di bandingkan dengan zaman sekarang rajah Sunda lebih terbilang sebagai do’a pembuka dan do’a penutup. Lebih dari sekedar doa rajah Sunda juga mengandung nilai etika yang tinggi. Dikenal dengan budaya yang menyiratkan nilai-nilai sopan santun. Rajah sunda juga masuk kedalam tradisi lisan yang merupakan bagian dari tujuan pemajuan kebudayaan. Namun minimnya informasi dan kuatnya pengaruh budaya populer membuat rajah dipandang kuno, tidak relevan dengan kehidupan masa kini dan sering diasosiasikan dengan hal-hal mistis, membuat rajah semakin banyak ditinggalkan. Pelestarian budaya lokal melalui media kreatif sangat penting untuk mempertahankan identitas, juga sebagai bentuk adaptasi budaya di tengah perubahan zaman. Sampai saat ini kajian mengenai rajah Sunda masih sangat terbatas, belum banyak penelitian yang mengeksplorasi rajah Sunda dalam bentuk sinematik khususnya film sebagai media edukasi dan pelestarian budaya. Maka dari itu film pendek dapat menjadi media eksplorasi dan edukasi, menjadi pendukung dalam perancangan ini agar penonton mendapatkan informasi serta edukasi dengan durasi yang pendek. Dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan apresiasi generasi muda terhadap rajah Sunda sebagai bagian dari warisan budaya lisan. Proses perancangan dari film pendek ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu: pra-prosuksi, produksi, dan post-produks. Perancangan ini membuktikan bahwa rajah berhasil dihadirkan bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bentuk etika dan sopan santun yang relevan di kehidupan sekarang, Dengan demikian perancangan ini memiliki implikasi penting dalam Upaya pelestarian budaya Sunda. Dengan mengangkat nilai etika dan sopan santun dalam bentuk narasi dan puitis film ini tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi tapi juga menjadi media reflektif yang mampu perantara kepada generasi muda dengan warisan leluhur.
References
7 Tips Membuat Film Pendek untuk Sineas Pemula | BINUS UNIVERSITY. (n.d.). Retrieved August 8, 2025, from https://binus.ac.id/2021/10/7-tips-membuat-film-pendek-untuk-sineas-pemula/
10 Objek dalam UU Pemajuan Kebudayaan No 5 Tahun 2017 | Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur. (n.d.). Retrieved May 4, 2025, from https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/10-objek-dalam-uu-pemajuan-kebudayaan-no-5-tahun-2017/
ANALISIS PERAN TRADISI LISAN DALAM MELESTARIKAN WARISAN BUDAYA INDONESIA. (n.d.).
Badriya, Y. (n.d.). 6 Tips Membuat Film Pendek Bagi Pemula https://ilmuseni.com/film/tips-membuat-film-pendek. https://ilmuseni.com/film/tips-membuat-film-pendek
Blasco, P. G., Blasco, M. G., Levites, M. R., Moreto, G., & Tysinger, J. W. (2011). Educating through Movies: How Hollywood Fosters Reflection. Creative Education, 02(03), 174–180. https://doi.org/10.4236/ce.2011.23024
Djunatan, S., Budaya, I., & Untuk Gereja, L. (n.d.). SILIH ASAH, SILIH ASIH, SILIH ASUH: Inspirasi Budaya Lokal untuk Gereja.
Febriannur Rachman, R. (n.d.). Representasi Dalam Film.
Film Pendek Yang Berjudul, P., & Myself, A. (n.d.). Vania Elvaretta, Asrullah Ahmad.
Indah Purwanti dan Sapriya, M. (2017). IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SUNDA DALAM PEMBELAJARAN PKN SEBAGAI PENGUAT KARAKTER SISWA (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 PURWAKARTA). In JPIS | Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial (Vol. 26, Issue 1).
KMS:: Mengenal Lebih Dekat dengan Sinematografi. (n.d.). Retrieved May 4, 2025, from https://klc2.kemenkeu.go.id/kms/knowledge/mengenal-lebih-dekat-dengan-sinematografi-fff724a7/detail/
MAISARAH_200740038_BAB%201. (n.d.).
Marchand, P. (n.d.). Emotion 2 International Edition James W Kalat North Carolina State University Michelle N Shiota download Explore and download more ebooks at ebookbell.com. https://ebookbell.com/product/emotion-evolution-and-rationality-dylan-
Mengenal Rajah Dalam Kebudayaan Sunda. (n.d.). Retrieved May 4, 2025, from https://www.infomjlk.id/2024/02/mengenal-rajah-dalam-kebudayaan-sunda.html
Menulis Film Pendek: Cara Menulis Film Pendek yang Menarik Perhatian. (n.d.). Retrieved August 8, 2025, from https://www-studiobinder-com.translate.goog/blog/writing-short-films/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge
Nurjanah, N., & Srihilmawati, R. (2025). REVITALISASI BAHASA, SASTRA, DAN BUDAYA SUNDA MELALUI LEARNINGSUNDANESE.COM SEBAGAI MEDIA DIGITAL PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL. 5(1).
Pamungkas, B., Noupal, M., & Fitriyana, N. (n.d.). TRADISI “RAJAH”: TERAPI MISTIK DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT SUKU JAWA DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR. Jurnal Studi Agama, 6(1), 2022.
Pengertian Film Pendek: Durasi dan Signifikansinya | Blog | Studio Antelope. (n.d.). Retrieved August 8, 2025, from https://studioantelope.com/apa-itu-film-pendek/
Rajah Pengobatan Tradisional yang Masih Populer di Zaman Moderen » DIALEKSIS :: Dialetika dan Analisis. (n.d.). Retrieved August 7, 2025, from https://dialeksis.com/feature/rajah-pengobatan-tradisional-yang-masih-populer-di-zaman-moderen/
REPRESENTATION Cultural Representations and Signifying Practices. (n.d.).
Seni Tato Tertua di Dunia ada di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat - Sisi+ By Katadata. (n.d.). Retrieved August 8, 2025, from https://sisiplus.katadata.co.id/berita/gaya-hidup/1832/seni-tato-tertua-di-dunia-ada-di-kepulauan-mentawai-sumatera-barat
Sevma Ardyaksa, A., & Hastjarjo, T. D. (2016). Pengaruh Film Alternatif terhadap Emosi. JOURNAL OF PSYCHOLOGY, 2(1), 1–7.
Stadler, J. (n.d.). Empathy in Film.
Sunda, K., Bilik, K., Kecamatan, J., Kabupaten, J., Nina, B., Karsiwan, W., & Nuryani, R. (2025). J U R N A L S O L M A Pelatihan Komunikasi Digital dalam Meningkatkan Eksistensi. Jurnal SOLMA, 14(2), 1882–1895. https://doi.org/10.22236/solma.v14i2.17812
Taujiya Huzaeema, F., Musabiha Nurvadi, G., Parameswari, L., Wariin Basyari, I., & Aenul Hayati, A. (2024). Sundanese Ethnic Mentifact Culture Silih Asih, Silih Asuh, Silih Asah in the Context of Ethnopedagogy. In International Journal Of Humanities Education And Social Sciences (IJHESS) E-ISSN (Vol. 4, Issue 1). https://ijhess.com/index.php/ijhess/
Wartini, Tien. (2010). Terjemahan tutur bwana dan empat mantra Sunda kuna. Perpustakaan Nasional : Yayasan Pusat Studi Sunda.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syahda Nabila, Eka Noviana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



