Hubungan Antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Fear Of Missing Out (Fomo) pada Remaja Pengguna Aktif Media Sosial di Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.47134/pjp.v3i3.5687Keywords:
Fear of Missing Out (FOMO), Intensitas Penggunaan Media Sosial, RemajaAbstract
Penggunaan media sosial yang tinggi di kalangan remaja di Kota Makassar berpotensi memicu munculnya fear of missing out (FoMO), yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat FoMO pada remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 410 responden berusia 15–21 tahun yang berdomisili di Kota Makassar dan teridentifikasi sebagai pengguna aktif media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho untuk mengukur hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan FoMO (r = 0.399). Analisis lanjutan mengungkap bahwa dimensi penggunaan media sosial pada waktu senggang, penggunaan di tempat umum, serta motif penggunaan memiliki hubungan signifikan dengan FoMO. Sebaliknya, penggunaan media sosial pada saat stres dan saat kegiatan akademik tidak menunjukkan hubungan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin besar kecenderungan remaja mengalami FoMO. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengelola penggunaan media sosial secara bijak, termasuk edukasi literasi digital dan penguatan kesehatan mental, guna meminimalkan dampak negatif terhadap kesejahteraan psikolosgis remaja.
References
Abel, J. P., Buff, C. L., & Burr, S. A. (2016). Social media and the fear of missing out: Scale development and assessment. Journal of Business & Economics Research, 14(1), 33–44.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Laporan survei internet APJII 2024: Penetrasi & perilaku pengguna internet Indonesia. Jakarta: APJII. https://apjii.or.id
Azizah, E., & Baharuddin, F. (2021). Hubungan antara fear of missing out (FoMO) dengan kecanduan media sosial Instagram pada remaja.
Christina, R., Yuniardi, M. S., & Prabowo, A. (2019). Hubungan tingkat neurotisme dengan fear of missing out (FoMO) pada remaja pengguna aktif media sosial. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 105–117. https://doi.org/10.23917/indigenous.v4i2.8542
Dewi, F. I. R., & Sari, M. P. (2022). Motivation for Instagram use, passive Instagram use, and fear of missing out (FoMO). Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 13(2), 112–126. https://doi.org/10.26740/jptt.v13n2.p112-126
Dossey, L. (2014). FOMO, digital dementia, and our dangerous experiment. Explore: The Journal of Science and Healing, 10(2), 69–73. https://doi.org/10.1016/j.explore.2013.12.008
Ellison, N. B., Steinfield, C., & Lampe, C. (2007). The benefits of Facebook “friends:” Social capital and college students’ use of online social network sites. Journal of Computer‐Mediated Communication, 12(4), 1143–1168. https://doi.org/10.1111/j.1083-6101.2007.00367.x
Fahsya, N. K. P. A., & Junaidi, A. (2025). Fenomena fear of missing out (FoMO) pada Generasi Z dalam mengikuti tren TikTok. Kiwari, 4(1), 61–70.
Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2), 117–140.
Gani, A. G. (2018). Pengenalan teknologi internet serta dampaknya. Jurnal Sistem Informasi Universitas Suryadarma, 2(2), 1–8.
Hurlock, E. B. (1997). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan rentang kehidupan (Edisi ke-5). Jakarta: Erlangga.
Jannah, S. N. F., & Rosyidiani, T. S. (2022). Gejala fear of missing out dan adiksi media sosial remaja putri di era pandemi COVID-19. Jurnal Paradigma, 3(1), 45–53.
Junco, R. (2012). The relationship between frequency of Facebook use, participation in Facebook activities, and student engagement. Computers & Education, 58(1), 162–171. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2011.08.004
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and gratifications research. Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523. https://doi.org/10.1086/268109
Komala, K., Rafiyah, I., & Witdiawati, W. (2022). Description fear of missing out (FoMO) in undergraduate students. Journal of Nursing Care, 5(1), 12–18. https://doi.org/10.24198/jnc.v5i1.34693
Kuss, D. J., & Griffiths, M. D. (2017). Social networking sites and addiction: Ten lessons learned. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(3), 311. https://doi.org/10.3390/ijerph14030311
Kusumaisna, K., & Satwika, Y. W. (2023). Hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan fear of missing out (FoMO) pada dewasa awal. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 750–765. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/54049
Mallari, et al. (2023). [Penelitian terkait FoMO dan akademik].
Milyavskaya, M., Saffran, M., Hope, N., & Koestner, R. (2018). Fear of missing out: Prevalence, dynamics, and consequences. Motivation and Emotion, 42(5), 725–737. https://doi.org/10.1007/s11031-018-9683-0
Oberst, U., Wegmann, E., Stodt, B., Brand, M., & Chamarro, A. (2017). Negative consequences from heavy social networking in adolescents: The mediating role of FoMO. Journal of Adolescence, 55, 51–60.
Olufadi, Y. (2016). Social networking time use scale (SONTUS). Telematics and Informatics, 33(2), 452–471. https://doi.org/10.1016/j.tele.2015.11.002
Pempek, T. A., Yermolayeva, Y. A., & Calvert, S. L. (2009). College students’ social networking experiences on Facebook. Journal of Applied Developmental Psychology, 30(3), 227–238. https://doi.org/10.1016/j.appdev.2008.12.010
Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848.
Putri, L. S., Purnama, D. H., & Idi, A. (2019). Gaya hidup mahasiswa pengguna media sosial di Kota Palembang (Studi pada mahasiswa FoMO di Universitas Sriwijaya dan Universitas Muhammadiyah Palembang). Jurnal Masyarakat dan Budaya, 21(2), 129–148. https://doi.org/10.14203/jmb.v21i2.867
Rosmalina, A., & Khaerunnisa, T. (2021). Penggunaan media sosial dalam kesehatan mental remaja. Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 4(1), 49–58. https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.7033
Sarwono, S. W. (2011). Psikologi remaja. Jakarta: Rajawali Pers.
Selfianti, A., Galugu, N. S., Pribadi, I., Zainuri, M. I., & Fahmi, A. (2024). Remaja fear of missing out: Bagaimana pengaruh intensitas penggunaan media sosial Instagram dan relatedness? Jurnal Psikologi Remaja, 5(2), 97–111.
Selfianti, A., Galugu, N. S., Pribadi, I., Zainuri, M. I., & Fahmi, A. (2024). Pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap FoMO. Jurnal Psikologi Remaja, 5(2), 97–111.
We Are Social. (2022). Digital report Indonesia. https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2021/
Whiting, A., & Williams, D. (2013). Why people use social media. Qualitative Market Research, 16(4), 362–369.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Salsabila Fiqh, Asniar Khumas, Eka Sufartianingsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



