Efektivitas Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Meningkatkan Pemahaman Komunikasi dengan pegawai Tunarungu

Authors

  • Icha Nur Anggraeni Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Asti Candrasasi Universitas Muhammadiyah Gresik

DOI:

https://doi.org/10.47134/pjp.v3i1.5114

Keywords:

Sign Language, Deaf, Inclusive Communication, Training, Bisindo, SIBI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan bahasa isyarat dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai Divisi SDM dan Hukum dalam berinteraksi dengan pegawai tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest, di mana peserta diberikan pretest sebelum pelatihan dan posttest setelah pelatihan untuk melihat perubahan kemampuan secara langsung. Pelatihan diikuti oleh enam pegawai yang mendapatkan materi mengenai prinsip komunikasi dengan tunarungu, penggunaan alfabet jari atau finger spelling, pengenalan kosakata dasar BISINDO/SIBI, praktik gerakan tangan, serta simulasi komunikasi di situasi kerja yang sering ditemui dalam pelayanan maupun koordinasi internal. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen tes yang disusun untuk menilai aspek pengetahuan dan keterampilan dasar bahasa isyarat yang relevan dengan kebutuhan kerja sehari-hari. Data hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi yang signifikan setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 63,33 pada pretest menjadi 86,67 pada posttest dengan nilai signifikansi p = 0,017. Ukuran efek menggunakan Cohen’s d sebesar 1,429 menunjukkan kategori efek besar, sehingga mengindikasikan bahwa pelatihan memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan kompetensi peserta. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan bahasa isyarat efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai. Pelatihan ini berpotensi mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, serta mendorong interaksi yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan pegawai tunarungu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi instansi untuk melaksanakan pelatihan lanjutan atau program serupa guna memperkuat kompetensi komunikasi pegawai di masa mendatang.

References

Aprilia, N. (2022). Komunikasi pada mahasiswa tunarungu di perguruan tinggi inklusif. Jurnal IKE, 112–120.

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. . Jakarta: Rineka Cipta.

DeVito, J. (1997). Komunikasi Antar Manusia . Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group.

Dwivayani, K. D. (2025). Pelatihan Pengenalan Bahasa Isyarat dalam Interaksi Setara Melalui Budaya Inklusif . JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri).

Fatmawati, R. (2022). Komunikasi inklusif dan identitas sosial pada mahasiswa tunarungu. . Jurnal Psikologi Komunikasi, 87-98.

Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). Sage Publications.

Fitriyani, F. A. (2024). Analysis of Sign Language Skills in Improving Communication and Learning for Deaf Children. Continuous Education: Journal of Science and Research.

Fransisca, D. &. (2023). Efektivitas Pelatihan Bahasa Isyarat Bagi Tenaga Pendidik dan Staf Administrasi di Lingkungan Kampus Inklusif. Jurnal Disabilitas dan Studi Rehabilitasi, 45-54.

Ghasemi, A. &. (2012). Normality tests for statistical analysis: A guide for non-statisticians. International Journal of Endocrinology and Metabolism, 486–489.

Mulyana, D. (2010). Ilmu Komunikasi:Suatu pengantar (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nofiaturrahmah, F. (2018). Problematika anak tunarungu dan cara mengatasinya. . QUALITY, 1-15.

Pertiwi, R. (2020). Tantangan pegawai dalam melayani pelanggan tunarungu. . Jurnal Manajemen Pelayanan, 144-158.

Razali, N. M. (2011). Power comparisons of Shapiro–Wilk, Kolmogorov–Smirnov, Lilliefors and Anderson–Darling tests. Journal of Statistical Modeling and Analytics, 21-33.

Sari, L. N. (2023). Sistem pengembangan bahasa isyarat untuk komunikasi penyandang disabilitas. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi, 10-18.

Solikhah, I. (2018). Komunikasi nonverbal dalam interaksi penyandang disabilitas. . Jurnal Komunikasi Nusantara, 21–30.

Subekti, M. (2021). Bahasa isyarat sebagai jembatan komunikasi tunarungu. Jurnal Pendidikan Khusus, 50-60.

sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sujati, H. &. (2021). Efektivitas pelatihan bahasa isyarat bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan komunikasi dengan siswa tunarungu. . Jurnal Riset dan Jendela Manajemen Pendidikan, hal 77–89.

Syamsuddin, N. I. (2024). Pengenalan bahasa isyarat Indonesia pada karyawan di PT. Sumber Alfaria Trijaya, TBK branch Makassar. Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat,.

Totok Bintoro, T. F. (2023). The Teacher Strategies in Teaching Sign Language for Deaf Students in Special Schools. Cogent Education.

Tristianto, D. &. (2024). Sistem Pembelajaran Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) Menggunakan Metode Convolutional Neural Network (CNN). . Jurnal Sistem Cerdas dan Rekayasa (JSCR),, 1–12.

Ulfah, S. M. (2020). Penggunaan bahasa isyarat dalam pembelajaran bagi anak tunarungu. . Jurnal Studi Pendidikan, 33-44.

Yuliani, D. &. (2022). Efektivitas Penggunaan Bahasa Isyarat Dalam Pelayanan Pelanggan di Coffee Shop. urnal Komunikasi dan Pelayanan Publik, 120-130.

Yuniarti, D. (2023). Program pelatihan disabilitas dan dampaknya terhadap kinerja pegawai. Jurnal Manajemen SDM, 89-102.

Zuhir, J. (2019). Penggunaan bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Pada Siaran Berita dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi penyandang Tunarungu di Kota bandar Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP.

Downloads

Published

2025-11-28

How to Cite

Anggraeni, I. N., & Candrasasi, A. (2025). Efektivitas Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Meningkatkan Pemahaman Komunikasi dengan pegawai Tunarungu. Jurnal Psikologi, 3(1), 9. https://doi.org/10.47134/pjp.v3i1.5114

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.