Tinjauan Normatif Terhadap Perlindungan Saksi Dan Korban Dalam Kasus Lingkungan Studi Kasus Pembunuhan Salim Kancil Di Lumajang
DOI:
https://doi.org/10.47134/lawstudies.v3i3.5634Keywords:
Environmental Crime, LPSK, State Liability, Victim Rights, Witness ProtectionAbstract
This study aims to examine the legal framework governing witness and victim protection in Indonesia and to analyze state accountability for the failure to provide protection in the Salim Kancil case in Lumajang. The study employs normative legal research using statutory and conceptual approaches. Legal materials consist of primary, secondary, and tertiary sources collected through literature review and analyzed qualitatively. The findings demonstrate that witness and victim protection in Indonesia has been normatively regulated through Law Number 31 of 2014 concerning Amendments to Law Number 13 of 2006 on Witness and Victim Protection. The law places the state and the Witness and Victim Protection Agency (LPSK) as central actors responsible for ensuring legal security, protection, and fulfillment of victims’ rights. Nevertheless, the murder of Salim Kancil reflects weaknesses in the implementation of protection mechanisms, particularly in environmental crime cases involving economic and political interests. The failure to provide adequate protection indicates state negligence and generates constitutional, administrative, civil, and ethical responsibility for law enforcement institutions. This study concludes that strengthening institutional coordination, preventive protection mechanisms, and state accountability is essential to ensure effective witness and victim protection within the criminal justice system.
References
Abdurachman, E. (2010). Perlindungan Saksi dan Korban dalam Sistem Peradilan Pidana. PMN.
Arsy, M. G. (2023). Pertanggungjawaban negara terhadap perlindungan hak masyarakat dalam perspektif hukum. Al-Adalah, 5(2), 77–89.
Baehaki, K., & Hadis, T. R. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Saksi dan Korban Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Jurnal Media Hukum, 11(1), 52–63. https://doi.org/10.59414/jmh.v11i1.451
Chaudhary, S. I. (2024). Legal protection for witnesses and victims in criminal justice systems. Contemporary Journal, 14(2), 45–57.
Chazawi, A. (2020). Hukum Pembuktian Tindak Pidana Korupsi (Edisi Revi). Media Nusa Creative.
Faisal, M. (2023). Akuntabilitas negara dalam perlindungan hak asasi manusia pada sistem peradilan pidana. Suara Hukum, 5(1), 112–128.
Fernando, Z. J. (2025). Implementasi perlindungan saksi dan korban dalam perkara kekerasan struktural di Indonesia. Sultan Ageng Journal of Law and Justice, 5(1), 88–104.
Gaol, N. C. L. (2024). Efektivitas perlindungan hukum terhadap saksi dan korban dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Jurnal Law, Policy and Human Rights, 3(2), 120–134.Hadjon, P. M. (2007). Perlindungan Hukum bagi Rakyat Indonesia. Bina Ilmu.
Ibrahim, J. (2019). Teori dan Metode Penelitian Hukum Normatif (Cetakan ke). Bayumedia.
Julianto, B. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Dan Korban Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia. Lex Renaissance, 5(1), 20–31. https://doi.org/10.20885/JLR.vol5.iss1.art2
Kanine, G. E. (2023). Perlindungan hukum terhadap saksi dan korban dalam tindak pidana kekerasan. Lex Crimen, 12(3), 55–67.
Lubis, M. R. (2023). Koordinasi aparat penegak hukum dalam perlindungan saksi dan korban tindak pidana. Review of Law and Justice, 3(2), 65–79.
Maharani, N. (2025). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Aparat Kepolisian yang Melakukan Kekerasan terhadap Demonstran. Jurnal Legal. https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/legal/article/view/1577
Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram University Press.
Musa, A. A. (2024). Perlindungan hukum terhadap korban dalam perspektif hak asasi manusia dan negara hukum. Nuansa Akademik, 9(1), 45–58.
Pratama, M. H. C. (2025). Pendekatan preventif dalam perlindungan saksi dan korban pada perkara konflik sosial. Jurnal Mahasiswa Penegakan Hukum, 2(1), 15–27.
Rangkuti, P. R. (2026). Pengaruh Perlindungan Saksi dan Korban Terhadap Keberanian Masyarakat Melapor Tindak Pidana Kekerasan Berat. Jurnal Terkait UIN Sumatera Utara.
Sahara, W. (2021, November 1). Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir. https://nasional.kompas.com/read/2021/09/26/06000071/mengenang-salim-kancil-aktivis-yang-dibunuh-karena-menolak-tambang-pasir?page=all
Sartika, D. (2024). Implementasi Peran LPSK dalam Memberikan Perlindungan terhadap Saksi dan Korban. Swarajustisia.
Sinaga, H. (2024). State responsibility and protection of witnesses and victims in criminal justice systems. Journal of Legal Studies, 6(1), 91–108.
Sulistiawati, L. Y. (2024). Environmental conflict and structural violence in natural resource governance. Communications Earth & Environment, 5(1), 1–10.
Sururiyah, L. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Dan Korban Oleh LPSK. Jurnal Kajian Hukum.
Triyanto. (2017). Copyright law enforcement: An Indonesia case study. Journal of Intellectual Property Rights, 22(5), 276–284.
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi Dan Korban (2014).
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (2009). Pemerintah Republik Indonesia.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (1981).
Waluyo, B. (2022). Viktimologi: Perlindungan Korban dan Saksi. Sinar Grafika.
Wiradipradja, S. (2015). Penuntun Praktis Metode Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Hukum. CV Keni Media.
Wulandari, D. P. (2022). Perlindungan hukum terhadap saksi dan korban dalam perspektif hak asasi manusia. Universitas Panca Marga.
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Mohamad Ilham Romadlon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

