Legal Uncertainty Due to Dualism in Land Regimes and the Urgency of Integrating the National Agrarian System

Authors

  • Hermawan Sutanto Universitas Borobudur
  • Zudan Arief Fakrulloh Universitas Borobudur

DOI:

https://doi.org/10.47134/jcl.v3i3.1.5868

Keywords:

Land Dualism, Legal Certainty, National Agrarian System, Forest Areas, Agrarian Reform

Abstract

The dualism of the land regime in Indonesia is a structural problem stemming from the disharmony between agrarian law and forestry law, both of which claim authority over the same object: land. The Basic Agrarian Law constructs land as an object of rights that can be owned, controlled, and registered to ensure legal certainty, while the forestry regime places most of the land area as forest areas under state control through an administrative designation mechanism. This situation creates conditions where certified land can be declared as being in forest areas, thus giving rise to legal uncertainty, agrarian conflicts, and weakening the protection of community rights. This problem also shows that the national agrarian system has not yet functioned as an integrated legal system, both from a normative and institutional perspective. This study aims to analyze the roots of the dualism of the land regime, its implications for legal certainty, and formulate a model for integrating the national agrarian system. The study uses a normative juridical method with a statutory, conceptual, and historical approach. The analysis is conducted on various land and forestry regulations, agrarian legal doctrine, and the concept of state control over land. The research identified that regime dualism results from differences in legal construction, fragmentation of institutional authority, and the absence of a unified land administration system. These conditions have resulted in ongoing agrarian conflicts, obstacles to the implementation of agrarian reform, and weak legal certainty regarding land rights. Reconstruction of the national agrarian system needs to be directed at unifying land administration, harmonizing regulations, integrating national databases, and affirming the agrarian system as a single legal system that provides legal certainty and equitable protection of community rights.

References

Bahari, S., Sinaga, M. P. P. M., & Putri, Z. M. (2025). Rekonstruksi pemaknaan hak menguasai negara menurut Pasal 33 ayat (3) UUD 1945. JUSTLAW: Journal Science and Theory of Law, 2(1), 46–55.

Bustomi, A. R., Sugianto, D. A., & Juniawan, F. Z. (2025). Politik hukum dalam pengelolaan sumber daya alam: Antara kepentingan negara dan hak masyarakat adat. Hutanasyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(1), 89–100.

Drakel, A. (2024). Konsep pembangunan tata ruang, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan (suatu studi wilayah perkotaan). Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK), 6(1), 58–69.

Fadhilah, F. S. (2025). Politik hukum pertanahan di Indonesia: Kritik atas tumpang tindih kewenangan. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 15(10), 1–10.

Fauzi, A. (2022). Reformasi agraria dalam kerangka otonomi daerah. Jurnal Bina Mulia Hukum, 6(2), 218–233.

Herlintang, R., Majesty, C., Aprilita, L., Fortuna, S., Saloh, T. Y., Wijaya, A., & Ali, N. (2025). Penyuluhan hukum kesadaran masyarakat terhadap pengakuan hak milik atas tanah dalam bentuk sertifikat hak milik di masyarakat Kuala Kurun Seberang Kabupaten Gunung Mas. Journal of Human and Education (JAHE), 5(1), 852–863.

Judijanto, L. (2025). Pengaruh sertifikasi tanah terhadap nilai aset dan kesejahteraan ekonomi masyarakat: Studi literatur ekonomi. BORJUIS: Jurnal of Economy, 2(4), 228–238.

Julaeha, S. (2026). Kekuatan sertifikat hak milik sebagai alat bukti dalam sengketa pertanahan: Analisis kepastian hukum atau kepastian semu. Indonesia of Journal Business Law, 5(1), 57–74.

Junaedi, O. (2024). Pancasila dan hak asasi manusia: Menjaga keseimbangan antara hak individu dan kepentingan umum. LEX OMNIBUS: Jurnal Hukum Tata Negara dan Administrasi Negara, 1(2), 64–72.

Kasman, M. (2025). Integrasi hukum agraria dan lingkungan: Pendekatan baru untuk pembaharuan kebijakan sumber daya alam. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(3), 186–196.

Khair, V. M., & Assyahri, W. (2024). Optimalisasi administrasi pertanahan di Indonesia: Tantangan dan strategi menuju kepastian hukum. Journal of Public Administration and Management Studies, 2(2), 55–62.

Kusuma, M. N. A. H., Fadhila, A., & Aini, N. (2022). Reforma agraria dalam upaya optimalisasi penyelesaian sengketa yang berkeadilan melalui pembentukan pengadilan khusus. Journal of Studia Legalia, 3(2), 86–100.

Mulyo, B. P., & Faishal, A. (2023). Kekuatan hukum sertifikat hak milik yang terbit di dalam kawasan hutan sebelum keluarnya Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK. 453/KPTS-II/1999. Collegium Studiosum Journal, 6(1), 281–295.

Napitupulu, B. R. (2023). Politik hukum dalam pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria untuk mewujudkan kemakmuran rakyat. Journal Central Publisher, 1(7), 715–726.

Nathania, N. R., Ismail, Z. A. Z., & Ulum, M. R. (2024). Solusi mengatasi krisis tanah dan pentingnya pendaftaran tanah di Indonesia dalam mewujudkan kepastian hukum. META-Journal: Management, Economics, Trade, and Accounting Journal, 2(2), 45–52.

Ningtyas, D. C. A. (2023). Hak atas tanah sebagai dasar pembuktian bagi pemiliknya dalam hukum agraria yang didasari UUPA. Court Review: Jurnal Penelitian Hukum, 3(1), 28–35.

Permatasari, A. (2024). Tanggung jawab dan perlindungan negara atas hak-hak sosial ekonomi pengelolaan sumber daya alam menurut UUD 1945. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 272–289.

Putri, K. V. G., & Akhmaddhian, S. (2025). Harmonisasi regulasi nasional dalam pengelolaan dan pemanfaatan tanah dalam perspektif teori sistem hukum. Logika: Jurnal Penelitian Universitas Kuningan, 16(2), 197–206.

Sari, R. F., Hermawan, S., & Maharani, A. E. P. (2022). Kepastian hukum hak atas tanah masyarakat adat Suku Anak Dalam di kawasan hutan. National Conference on Applied Business, Education, & Technology (NCABET), 2(1), 246–256.

Suriani, R., Suarjana, I. W., & Ilhamdi, I. (2025). Sistem hukum agraria Indonesia: Konsep, jenis, dan sistem penyelesaiannya. Star Digital Publishing.

Widowati, A. R., & Kamil, A. I. (2025). The legal study of land redistribution policy as land reform object: State administrative law perspective. Mendapo: Journal of Administrative Law, 6(1), 59–84.

Zahra, M., & Priyono, E. A. (2025). Kepastian hukum atas status tanah adat setelah berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria. Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 131–146.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Sutanto, H., & Arief Fakrulloh, Z. (2026). Legal Uncertainty Due to Dualism in Land Regimes and the Urgency of Integrating the National Agrarian System. Journal Customary Law, 3(3.1), 1–14. https://doi.org/10.47134/jcl.v3i3.1.5868

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.