Critical Analysis of the Lyrics of the Song "Kenakalan Remaja di Era Informatika" By Efek Rumah Kaca
DOI:
https://doi.org/10.47134/jbkd.v3i1.5560Keywords:
Critical Discourse, Criticism, Lyrics, Songs, TeenagersAbstract
The rapid development of information technology has changed the patterns of communication among teenagers in the digital space and given rise to new forms of juvenile delinquency, one of which is related to the dissemination of pornographic content. This social phenomenon has led to the creation of the song “Kenakalan Remaja di Era Informatika” by Efek Rumah Kaca, which represents social criticism of the ethical crisis among teenagers in their use of digital technology. This study aims to analyze how text structure, social cognition, and social context construct social criticism discourse in the song's lyrics, as well as to identify the forms of criticism conveyed. This study uses a descriptive qualitative approach with Teun A. Van Djik's Critical Discourse Analysis (CDA) model. Data was obtained through song lyric analysis and interviews with informants selected purposively. The results show that this song builds social criticism through the representation of youth behavior in the digital realm, constructed as a form of ethical deviation, particularly in digital pornography. Through the relationship between the text structure, the social cognition of the songwriter, and the social context of the time, this song functions not only as a musical work but also as a discourse of social criticism that reflects the reality and concerns of society regarding the morality of adolescents in the digital space.
References
Abdullah Husein Al Aziz, & Zainudin Hasan. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Pengancaman dengan Revenge Porn dalam Era Digital di Kota Bandar Lampung. Jurnal Hukum, Politik Dan Ilmu Sosial, 3(4), 341–355. https://doi.org/10.55606/jhpis.v3i4.4476
Aidil, R. (2025). Wawancara Mengenai Analisis Kritis Dalam Lirik Lagu “Kenakalan Remaja di Era Informatika” Karya Efek Rumah Kaca.
Al Rasyid, M. F. (2025). Efek Rumah Kaca : Ketika Musik Menjadi Alat Perlawanan dan Ketidakadilan. Sukabumiupdate.Com. https://amp.sukabumiupdate.com/opini/160651/efek-rumah-kaca-ketika-musik-menjadi-alat-perlawanan-dan-ketidakadilan
Amaliyah, G. (2025). Wawancara Mengenai Analisis Kritis Dalam Lirik Lagu “Kenakalan Remaja di Era Informatika” Karya Efek Rumah Kaca.
Anisah, L. (2025). Konten Negatif Banyak Berasal dari Media Sosial. BusinessInsight. https://insight.kontan.co.id/news/konten-negatif-banyak-berasal-dari-media-sosial#:~:Text=Antara Foto/Aprillio Akbar/Rwa.%5d&Text=Kontan.Co.Id - Jakarta,/Instagram) Dengan 46.207 Kasus.&Text=%22angka-Angka Ini Menunjukkan Website,Memastikan Ruang Digital
Anugrah, N. D., Heriansyah, F. A., & Imawan, K. (2025). The Construction of Symbolic Meaning in the Lyrics of “ Bingung ” by Iksan Skuter : A Semiotic Analysis. Athena : Journal of Social, Culture and Society, 3(4), 595–603.
Aska, W. Alghifari, M. F. G. (2022). Analisis Wacana Kritis Van Dijk Pada Lirik Lagu “Usik” Karya Feby Putri. Jurnal Skripta, 8 (2)(Analisis Wacana Kritis Van Dijk Pada Lirik Lagu “Usik” Karya Feby Putri), 36–42.
Azis, T. N. (2019). Strategi Pembelajaran Era Digital. Annual Conference On Islamic Education And Social Sains (Aciedss 2019, 1(2), 308–318.
Bajari, A. (2015). Metode Penelitian Komunikasi Prosedur tren dan etika. Simbiosa Rekatama Media.
Budaya, F. I., & Diponegoro, U. (2022). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk dalam “#DebatKeren Papua – Budiman Sudjatmiko VS Dandhy Laksono” (Kajian Analisis Wacana Kritis). Wicara, Vol. 1, No. 2, Oktober 2022, 1(2), 90–96.
Cleverin, R., Pramulia, D., & Wahyu Butiyanda, A. (2023). Representasi Nilai Kritik dan Realitas Sosial pada Lagu Kenakalan Remaja di Era Informatika Karya Band Efek Rumah Kaca. Journal of Economics and Business UBS, 12(2), 1049–1058. https://doi.org/10.52644/joeb.v12i2.207
detikHot. (2008). Efek Rumah Kaca Cerita Phone Sex di “Kamar Gelap.” DetikHot. https://hot.detik.com/music-box/d-1009133/efek-rumah-kaca-cerita-phone-sex-di-kamar-gelap?utm_source=copy_url&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=btn&utm_content=hot%0A%0ABaca artikel detikhot, %22Efek Rumah Kaca Cerita Phone Sex di ’Kamar Gelap’%22 se
detikHot. (2008b). Efek Rumah Kaca Memotret Lewat Musik. DetikHot. https://hot.detik.com/music/d-1056335/efek-rumah-kaca-memotret-lewat-musik?utm_source=copy_url&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=btn&utm_content=hot%0A%0ABaca artikel detikhot, %22Efek Rumah Kaca Memotret Lewat Musik%22 selengkapnya https://hot.detik
Dewi, M. (2009). Efek Rumah Kaca, Making the World (and some ears) Hotter with Their Music. The Jakarta Post.
Eriyanto. (2015). Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. LKiS Yogyakarta.
Fathoni, M. fathon., Ibnu Akbar, Suhaeli Robbi Awaludin, Gustin Rainaldi, & Slamet Riadi Jaelani. (2023). Critical Discourse Analysis In The Lyrics of A Song Entitled”Polisi Dan Bajingan By Iwan Fals. Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET), 2(3), 1112–1117. https://doi.org/10.58526/jsret.v2i3.203
Genius. (2016). Kenakalan Remaja di Era Informatika Lyrics. Genius. https://genius.com/Efek-rumah-kaca-kenakalan-remaja-di-era-informatika-lyrics
Handayani, L., & Madura, U. T. (2024). Analisis Peran Komunikasi Pada Konten Media. Jurnal Media Akademik, 2(1), 62–74.
Hermawan, E., Nurohman, T., & Widiastuti, W. (2022). Van Dijk’s Critical Discourse Analysis of The “Dapur Keluarga” Song and Its Relevance To The Corruption, Collusion, and Nepotism Phenomenon in Indonesia. Internasional Journal of Sosial Sciences Review, 3(1), 73–94. https://doi.org/10.57266/ijssr.v3i1.79
Khaerdiansyah, G. M. (2025). Wawancara Mengenai Analisis Kritis Dalam Lirik Lagu “Kenakalan Remaja di Era Informatika” Karya Efek Rumah Kaca.
Khalik, A. (2008). Porn bill passed despite protests. The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/news/2008/10/31/porn-bill-passed-despite-protests.html?utm_source=chatgpt.com
Kompas. (2008). Akhirnya RUU Pornografi Disahkan. Kompas. https://url-shortener.me/3OY3
Mardianti, D. L. (2025). Indonesia Peringkat Ke-4 Dunia Dengan Kasus Pornografi Anak Terbanyak. Tempo.Co. https://www.tempo.co/ekonomi/indonesia-peringkat-ke-4-dunia-dengan-kasus-pornografi-anak-terbanyak-1208838
Nariswari, S. (2021). “Di Setiap Kamis, Nyali Berlapis”: Analisis Semiotika Permohonan Keadilan Ham Pada Lagu “Jingga” Karya Efek Rumah Kaca “Di Setiap Kamis, Nyali Berlapis”: a Semiotic Analysis of Justice Application for Human Rights in the Song “Jingga” By Efek Rumah Kaca. Jurnal Komunikasi Dan Media, 01(02), 81–92.
Nisa’, A., Haerussaleh, H., & Huda, N. (2023). Analisis Wacana Kritis pada Lirik Lagu “Hati-Hati di Jalan” Karya Tulus (Teori Teun A. Van Dijk). Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 10(2), 65. https://doi.org/10.30595/mtf.v10i2.18566
Nugraha, F. A. (2025). Tiga juta konten negatif dalam satu tahun terakhir ditangani Komdigi. Antaranews.Com. https://manado.antaranews.com/berita/298033/tiga-juta-konten-negatif-dalam-satu-tahun-terakhir-ditangani-komdigi
Pradja, D. A. A., Ratnasari, F., Sulistyaningrum, H., & Sari, D. N. (2025). Pengaruh Paparan Pornografi Terhadap Perilaku Seksual Berisiko Remaja di Indonesia Kajian: Literature Review. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 15(2), 117–128. https://doi.org/10.52643/jbik.v15i2.6170
Pramudita, N., Rafa, N., Utomo, P., Hussein, K., Ayu, K., Jl, A., Hatta, S., Rw, R. T., Kulon, T., Pedurungan, K., & Semarang, K. (2025). Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Tingkat Perilaku Kenakalan Remaja di Era Digital Saat Ini Ilmu Komunikasi , Universitas Semarang , Kota Semarang , Indonesia Perlindungan Anak , Ancaman Serius Generasi Emas Indonesia ” dengan jelas menunjukkan peru. Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Sosialisasi, 1, 231–244.
Putri, I. T., & Triyono, S. (2018). “We Shall Overcome” A Humanity Song by Roger Waters: Critical Discourse Analysis. Jurnal Humaniora, 30(2), 119. https://doi.org/10.22146/jh.v30i2.32775
Qusairi, W., & Ii, M. M. (2017). Makna Kritik Sosial Pada Lirik Lagu Merdeka Karya Grup Musik Efek Rumah Kaca. Ejournal Ilmu Komunikasi, 4, 202–216.
Rahmawati, N. (2025). Wawancara Mengenai Analisis Kritis Dalam Lirik Lagu “Kenakalan Remaja di Era Informatika” Karya Efek Rumah Kaca.
Ramadhan, I. F. (2025). Al-Iftah : Jurnal Tafsir Al- Qur ’ an dan Hadist Peran Moralitas dalam Menentukan Hukum di Era Digital dan Manfaatnya terhadap Panduan Penggunaan Gadget. Al-Iftah: Jurnal Tafsir Al-Qur’an Dan Hadist, 14–28.
Ramdhani, I. S. (2022). Critical Discourse Analysis of Teun A. Van Dijk Model on Marshel’s Widianto’s Roasting in The Show of Mata Najwa Muda Berkuasa: Apa Jadinya Jika Anak Muda Berkuasa Episode. AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6, 152–159.
Saputri, V., & Fajrin, R. (2021). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Dalam Lirik Lagu “Politik Uang” Karya Iwan Fals. Vioni Saputri & Rafika Fajrin 16 EL_Huda, 12(2), 16–29.
Setyawan, A., & Ansori, T. (2024). Kritik Sosial dalam Lirik Lagu “Seperti Rahim Ibu” Karya Band Efek Rumah Kaca. Journal of Communication Studies, 4(1), 16–30. https://doi.org/10.37680/jcs.v3i1.4870
Tahlia, A. I., & Abrian, R. (2023). Musik Sebagai Kritik Sosial Terhadap Pemerintah: Kajian Analisis Wacana Norman Fairclough ( Lagu Kritik Lagi – Feast). An-Nas: Jurnal Humaniora, 7(2), 178–190.
Talia, N. (2025). Musik Sebagai Kritik Sosial : Analisis Komunikasi Dalam Lagu ’ Bayar Bayar Bayar ’ Oleh Band Sukatani. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(4), 854–869.
Tumanggor, S., Sapta Rindu Simanjuntak, D., Rayanti Hasibuan, L., & Primsa Br Ginting, Y. (2025). Analisis Wacana Kritis Teori Van dijk dalam lagu “jangan bicara solidaritas” dalam Sukatani Band. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(3), 1705–1712. https://jpion.org/index.php/jpi/article/view/624
Wikipedia. (2023). Kamar Gelap. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Kamar_Gelap
Yuhandra, E. (2018). Pencegahan Dan Penindakan Kenakalan Remaja Pada Era Informatika Di Kabupaten Kuningan , Indonesia Dalam Tri Dharma perguruan. Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 01.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sesilia Maharani, Khaerudin Imawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



