Strategi Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren Izzatul Qur’an Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Para Santri
DOI:
https://doi.org/10.47134/converse.v2i2.4918Keywords:
Komunikasi, Kedisiplinan, PondokAbstract
Penelitian ini berjudul “Strategi komunikasi pimpinan pondok pesantren izzatul qur’an Dalam meningkatkan kedisiplinan para santri”. Strategi komunikasi pimpinana merupakan salah satu aspek penting dalam agama Islam yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kedisiplinan para santri. Dalam konteks masyarakat modern yang semakin kompleks, Penelitian ini menggambarkan strategi komunikasi yang digunakan oleh pimpinan pondok pesantren dalam membangun hubungan yang efektif dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, guna mencapai tujuan pendidikan dan pengembangan komunitas. Metode pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa pimpinan pondok pesantren mengadopsi pendekatan komunikasi yang inklusif dan berbasis nilai-nilai keagamaan dalam berinteraksi dengan santri, staf, komunitas lokal, serta pemangku kepentingan lainnya. Implikasi dari temuan ini menyoroti pentingnya strategi komunikasi yang holistik dan berkelanjutan bagi keberhasilan manajemen dan pengembangan pondok pesantren di era kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tujuan utama dari strategi komunikasi pimpinan pondok pesantren Izzatul Qur’an yang diterapkan untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab atas kedisiplinan di antara para santri. Melalui komunikasi langsung, serta memberikan pemahaman yang mendalam akan pentingnya disiplin dalam pendidikan agama dan moral, pimpinan Pondok Pesantren Izzatul Qur'an bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan pribadi dan spiritual para santri. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran komunikasi yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembinaan karakter di lembaga pendidikan Islam. Yang ke dua yakni faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi dalam meningkatkan motivasi kerja para guru dalam membina para santri dalam kedisiplinan adalah pertama faktor pendukung ialah Adaya tata tertib dan peraturan-peraturan pondok pesantren. Karna Disiplin tersebut tidak tumbuh dengan sendiri jadi tata tertib di pesantren di haruskan ada bahkan untuk penerapan nya harus di awasi oleh para pendidik atau pengasuh untuk menghindari dari adanya ketidak ta’atan terhadap tata tertib tersebut. Kedua faktor penghambat adalah Biasaya dari kebiasaan santri yang suka malas,kurangnya kesadaran diri, dan keluhan santri yang tidk betah di pondok tersebut juga menjadi faktor penyebab terjadinya ketidak siplinan para santri, Pola pikir setiap santri, kurangnya minat untuk mondok. Di pesantren tata tertib dan aturan2 untuk mendisiplinkan santri itu memang sangat ketat jadi santri yg memiliki pola fikir dan pembawaan hidup bebas tidak mau di kekang oleh aturan-aturan. di tambah lagi mondok bukan keinginan nya akhirnya santri tambah tidak kerasan berada di pondok
References
Arifin Anwar, 1984, Strategi Komunikasi: sebuah pengantar ringkas (Cet. 3; Bandung: Armico)
Aryo, santri putra, ponpes Izzatul Qur’an, wawancara, 13 Agustus 2023
Drs H. Ahmad Yunus dkk, 1994/1995, Nilai-Nilai Budaya dalam Kehidupan Pesantren di Daerah Situbondo
Budiharso, T. (2023). Transformation of Education System of the Pesantren in Indonesia from the Dutch Colony to Democratic Era. Journal of Social Studies Education Research, 14(4), 179-206, ISSN 1309-9108
Fahrudin Yusuf Muhamad, 2021, Pengantar Ilmu Komunikasi
Gngalimun, 2017, Ilmu Komunikasi, Sebuah Pengantar Praktis (Yogyakarta: Pustaka Baru Perss)
Huda, N. (2024). Strategies for Strengthening Character Education in Islamic Boarding Schools Through Extracurricular Activities. Munaddhomah, 5(3), 354-366, ISSN 2775-2933, https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v5i3.1397
Ikhram (2023). Taghyir Within the Character Building of Islamic Traditional School Students in Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 23(2), 327-346, ISSN 1412-1190, https://doi.org/10.22373/jiif.v23i2.17167
Kurniailah, I. (2023). Increasing The Quality of Memorizing The Qur`an for Santri Kalong Through the Sisir Method. Nazhruna Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 253-270, ISSN 2614-8013, https://doi.org/10.31538/nzh.v6i2.3378
Lukman Ali, dkk, 1997, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka)
M. Echols John dan Shadily Hasan, 1992, Kamus Inggris Indonesia
Ma`arif, M.A. (2023). Developing Pesantren Educator Resources through Optimizing the Learning Organization. Nazhruna Jurnal Pendidikan Islam, 6(3), 475-491, ISSN 2614-8013, https://doi.org/10.31538/nzh.v6i3.4415
Nata Abuddin, Metodologi Studi Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada)
Nurina Pitasari Dwi, Pengaruh Gaya Kopehikasi Pimpinan terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai di Perpustakaan Institut Teknologi Bandung, Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan (Universitas Padjadjaran)
Puspitarini, D. (2023). Humanistic Pesantren: Systematic Literature Review and Bibliometric Visualization Analysis on Character, Moral, and Ethical Values. Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities, 31(2), ISSN 0128-7702, https://doi.org/10.47836/PJSSH.31.2.01
Raco, 2010, Metode Penelitian Kualitatif (Jakarta: Gramedia), h. 9
Rudy T. May, 2005, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Rudy T. May, 2005, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Internasional (Bandung: PT. Refika Aditama)
Subair, M. (2024). Multilingualism, Technology, and Religious Moderation in Indonesian Islamic Boarding Schools. International Journal of Language Education, 8(3), 550-563, ISSN 2548-8457, https://doi.org/10.26858/ijole.v8i3.66498
Sudaryono, 2016, Metode Penelitian Pendidikan (Jakarta: Kencana)
Sugiono, 2011, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Tike Arifuddin, 2009, Dasar-dasar Komunikasi: Suatu Studi dan Aplikasi (Cet. I; Yogyakarta: Kota Kembang)
Uchjana Onong, 2003, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti)
W. Widjaja A. A., 1986, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (Jakarta: PT. Bina Aksara)
Yusuf, M.A. (2023). The Construction of Happiness among Rural Javanese Muslims. Teosofi Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 13(2), 281-306, ISSN 2088-7957, https://doi.org/10.15642/teosofi.2023.13.2.281-306
Zuhri, H.H. (2024). Enhancing Educational Ecosystems: Implementing Peter Senge's Learning Organization Model in Islamic Boarding Schools. Munaddhomah, 5(2), 222-234, ISSN 2775-2933, https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v5i2.1030
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





