Kecemasan Kerja pada Pekerja Berperforma Tinggi: Studi Kasus Berbasis Job Demands-Resources Model

Authors

  • Dina Trysanti Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Herlan Pratikto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.47134/pjp.v3i2.5428

Keywords:

Tuntutan dan Sumber Daya Pekerjaan, Kecemasan Terkait Pekerjaan, Kinerja Kerja Yang Tinggi, Kesejahteraan Psikologis, Studi Kasus

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena pekerja yang menunjukkan kinerja tinggi namun berada dalam kondisi kerentanan psikologis, khususnya kecemasan kerja, dengan menggunakan Model Job Demands–Resources (JDR) sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang karyawan laki-laki dewasa yang bekerja pada posisi manajerial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi perilaku, serta asesmen psikologis menggunakan beberapa instrumen, yaitu Depression Anxiety Stress Scale (DASS), Sixteen Personality Factor Questionnaire (16PF), dan asesmen proyektif grafis. Hasil asesmen menunjukkan bahwa adanya ketegangan emosional dan kerentanan psikologis pada pada subjek, namun subjek tetap mampu mempertahankan produktivitas, tanggung jawab, dan komitmen kerja yang tinggi meskipun mengalami kecemasan kerja. Tuntutan pekerjaan yang berlebihan, seperti ketidakjelasan peran, peningkatan beban kerja, serta minimnya arahan dan umpan balik dari atasan, berkontribusi signifikan terhadap munculnya kecemasan kerja. Karakteristik kepribadian berupa tanggung jawab tinggi, etos kerja kuat, dan kegigihan berperan sebagai sumber daya personal yang membantu menjaga kinerja,Intervensi yang diberikan menggunakan pendekatan kognitif dalam bentuk konseling singkat yang dikombinasikan dengan psikoedukasi, dengan fokus pada klarifikasi peran kerja, restrukturisasi kognitif, dan manajemen stres. Evaluasi pascaintervensi menunjukkan adanya penurunan kecemasan dan peningkatan regulasi emosi, meskipun tuntutan pekerjaan secara struktural belum banyak berubah. Temuan ini mendukung asumsi Model JDR bahwa ketidakseimbangan antara tuntutan kerja dan sumber daya dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pekerja meskipun kinerja  tetap terjaga

References

Alarcon, G. M. (2011). A meta-analysis of burnout with job demands, resources, and attitudes. Journal of Vocational Behavior, 79(2), 549–562. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2011.03.007

Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2007). The job demands–resources model: State of the art. Journal of Managerial Psychology, 22(3), 309–328. https://doi.org/10.1108/02683940710733115

Beck, A. T., & Clark, D. A. (1997). An information processing model of anxiety. Behaviour Research and Therapy, 35(1), 49–58. https://doi.org/10.1016/S0005-7967(96)00069-1

Beck, J. S. (2011). Cognitive behavior therapy: Basics and beyond (2nd ed.). Guilford Press.

Cheng, B. H., McCarthy, J. M., & Goffin, R. D. (2018). An exploration of workplace anxiety: Antecedents, consequences, and moderators. Journal of Applied Psychology, 103(3), 305–323. https://doi.org/10.1037/apl0000284

Demerouti, E., Bakker, A. B., Nachreiner, F., & Schaufeli, W. B. (2001). The job demands–resources model of burnout. Journal of Applied Psychology, 86(3), 499–512. https://doi.org/10.1037/0021-9010.86.3.499

Ford, M. T., Cerasoli, C. P., Higgins, J. A., & Decesare, A. L. (2011). Relationships between work stressors and well-being: A meta-analytic review. Journal of Applied Psychology, 96(2), 341–368. https://doi.org/10.1037/a0021968

Hakanen, J. J., Bakker, A. B., & Schaufeli, W. B. (2006). Burnout and work engagement among teachers. Journal of School Psychology, 43(6), 495–513. https://doi.org/10.1016/j.jsp.2005.11.001

Halbesleben, J. R. B. (2010). A meta-analysis of work engagement: Relationships with burnout, demands, and resources. Journal of Vocational Behavior, 77(3), 345–356. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2010.07.007

Hidayati, N., & Trisnawati, D. (2020). Stres kerja dan dukungan organisasi terhadap kesejahteraan psikologis karyawan. Jurnal Psikologi, 47(1), 19–31.

Hobfoll, S. E. (2001). The influence of culture, community, and the nested-self in the stress process: Advancing conservation of resources theory. Applied Psychology, 50(3), 337–421. https://doi.org/10.1111/1464-0597.00062

Jex, S. M. (1998). Stress and job performance: Theory, research, and implications for managerial practice. Sage Publications.

Kowalski, T. H., & Loretto, W. (2017). Well-being and HRM in the changing workplace. Human Resource Management Journal, 27(3), 350–364. https://doi.org/10.1111/1748-8583.12146

McCarthy, J. M., Trougakos, J. P., & Cheng, B. H. (2016). Are anxious workers less productive workers? It depends on the quality of social exchange. Journal of Applied Psychology, 101(2), 279–291. https://doi.org/10.1037/apl0000044

Nugroho, A. D., & Rahardjo, W. (2020). Beban kerja, stres kerja, dan kesejahteraan psikologis karyawan. Jurnal Psikologi Sosial, 18(2), 101–113.

Pradana, A., & Fajrianthi. (2018). Tuntutan kerja dan kelelahan emosional pada karyawan. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 7(1), 45–57.

Putri, R. M., & Prihatsanti, U. (2019). Hubungan antara tuntutan kerja dengan stres kerja pada karyawan. Jurnal Psikologi Undip, 18(2), 75–86.

Rahmawati, A., & Munandar, A. S. (2018). Peran dukungan sosial terhadap stres kerja karyawan. Jurnal Psikologi Sosial, 16(1), 45–57.

Salanova, M., Agut, S., & Peiró, J. M. (2005). Linking organizational resources and work engagement to employee performance and customer loyalty. Journal of Applied Psychology, 90(6), 1217–1227. https://doi.org/10.1037/0021-9010.90.6.1217

Sari, D. R., & Widodo, W. (2021). Beban kerja, kejelasan peran, dan kecemasan kerja pada karyawan. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Indonesia, 10(2), 89–101.

Schaufeli, W. B., Bakker, A. B., & Van Rhenen, W. (2009). How changes in job demands and resources predict burnout, work engagement, and sickness absenteeism. Journal of Organizational Behavior, 30(7), 893–917. https://doi.org/10.1002/job.595

Schaufeli, W. B., & Taris, T. W. (2014). A critical review of the job demands–resources model. In G. F. Bauer & O. Hämmig (Eds.), Bridging occupational, organizational and public health (pp. 43–68). Springer.

Sutarto, A. P., Wardaningsih, S., & Putri, W. H. (2020). Stres kerja dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis karyawan. Jurnal Psikologi, 47(2), 101–114.

Wulandari, A., & Kurniawan, I. N. (2020). Dukungan atasan, stres kerja, dan kepuasan kerja karyawan. Jurnal Psikologi, 19(1), 1–12.

Xanthopoulou, D., Bakker, A. B., Demerouti, E., & Schaufeli, W. B. (2007). The role of personal resources in the job demands–resources model. International Journal of Stress Management, 14(2), 121–141. https://doi.org/10.1037/1072-5245.14.2.121

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Trysanti, D., & Pratikto, H. (2026). Kecemasan Kerja pada Pekerja Berperforma Tinggi: Studi Kasus Berbasis Job Demands-Resources Model. Jurnal Psikologi, 3(2), 8. https://doi.org/10.47134/pjp.v3i2.5428

Issue

Section

Articles

Categories

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.