Critical Juridical Analysis of the Criminal and Medical Boundaries in the Handling of Narcotics Addicts in Indonesia

Authors

  • Dimas Galih Romadhon Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

DOI:

https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i3.5648

Keywords:

Penal Policy, Narcotics Crime, Intermediary Role, Individualization Of Punishment, Supreme Court Decision

Abstract

This study examines the proportionality of sentencing in narcotics cases involving intermediary offenders, with particular reference to Supreme Court Decision Number 1944 PK/Pid.Sus/2025. The research is grounded in the persistent issue of disproportionate penal practices, where individuals with minimal and non-decisive roles in drug distribution networks are frequently subjected to severe punishment. The objective of this study is to analyze how judicial reasoning reflects the principles of proportionality and individualization within the framework of Indonesia’s narcotics law. A normative juridical method is employed, utilizing statutory and case-based approaches. The analysis focuses on Law Number 35 of 2009 on Narcotics, alongside a detailed examination of the Court’s ratio decidendi in the selected decision. Legal materials are interpreted systematically to assess the alignment between formal legal provisions and their practical application in sentencing. The findings indicate that, while the Court maintains the legal classification of intermediary conduct as a criminal offense under narcotics law, it adopts a more nuanced approach in determining punishment. Specifically, the decision demonstrates a progressive application of sentencing principles by considering the offender’s level of involvement, degree of culpability, and the quantity of narcotics involved. This reflects an effort to move beyond rigid formalism toward a more context-sensitive adjudication. In conclusion, the study affirms that a just penal policy requires not only the fulfillment of legal elements but also the incorporation of substantive justice and utilitarian considerations. Such an approach is essential to prevent overcriminalization and to promote a more balanced, rational, and humane development of Indonesia’s narcotics penal system.

References

Ambrosius Ardin. Pasar Gelap Narkoba Sasar 3,3 Juta Warga Indonesia. detikBali. Diakses 03 November 2025. https://www.detik.com/bali/hukum-dan-kriminal/d-7500130/pasar-gelap-narkoba-sasar-3-3-juta-warga-indonesia.

Amin, R. (2020). Perlindungan Hukum Justice Collaborator dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia: Studi Perkara Tindak Pidana Narkotika. Yogyakarta: Deepublish.

Bewley-Taylor, David, & Tinasti, Khalid. (2020). Research Handbook on International Drug Policy. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.

Buxton, Julia. (2020). The Impact of Global Drug Policy on Women: Shifting the Needle. United Kingdom: Emerald Publishing.

Choirur Rifai, Waty Suwarty Haryono, & Uyan Wiryadi. (2024). Pembuktian Tindak Pidana terhadap Perantara Jual Beli Narkotika Golongan I. Dinamika Hukum, 15(2).

Efendi, Bahtiyar, & Widhi Handoko. (2024). Implementation of Criminal Law in Handling Narcotics Cases in Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Hukum Universitas Islam Riau, 4(1).

Gaussyah, M., Beridiansyah, S., & Siti Rahmah, H. (2024). Peran Serta Masyarakat pada Sistem Penegakan Hukum Tindak Pidana Narkotika. Yogyakarta: Deepublish.

Gunawan, Y. A., Soesilo, G. B., & Dewi, I. K. (2024). Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Pengedaran Narkotika di Wilayah Hukum Polres Purworejo. Eksaminasi: Jurnal Hukum, 3(1).

Haqni, C. Z., Safa Putri, R. C., & Ghasani, S. (2025). Tantangan dan Hambatan bagi Kepolisian dalam Menangani Tindak Pidana Narkoba di Indonesia. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 6(1).

Hardiansyah, T., & Widoyoko, W. D. (2025). Penegakan Hukum Peredaran Narkotika yang Terjadi di Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Hukum dan Keadilan, 9(2).

Harianja, Tuangkus, dkk. (2024). Implementation of the Role of the National Narcotics Agency in Implementing Rehabilitation for Drug Addicts: Study at BNNK Pematang Siantar. International Journal of Law, Crime and Justice (IJLCJ), 12(1).

Haryanti, R., Pranawa, B., & Mardiyanto, J. (2025). Efektivitas Sanksi Pidana terhadap Pelaku Tindak Pidana Narkotika Dihubungkan dengan Meningkatnya Penyalahgunaan Narkotika di Wilayah Hukum Polres Boyolali. Jurnal Bedah Hukum, 7(1).

Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. (1946). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana (KUHP).

Indonesia. (1981). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Indonesia. (2009a). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Indonesia. (2009b). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Karo, Rizky Karo. (2025a). Pengantar Metodologi Penelitian Hukum di Era Digital (1st ed.). Depok: Raja Grafindo Persada.

Karo, Rizky Karo, & Teguh Prasetyo. (2025b). The Provision of Licensed Financial Technology Lending from the Perspective of Cyber Law and Criminal Law in Indonesia. Pena Justisia Media Komunikasi dan Kajian Hukum, 24(2), 7263–7280. https://jurnal.unikal.ac.id/index.php/hk/article/view/6559.

Karo, Rizky Pratama Putra Karo. (2022). Hate Speech: Penyimpangan terhadap UU ITE, Kebebasan Berpendapat dan Nilai-Nilai Keadilan Bermartabat. Jurnal Lemhannas RI, 10(4), 52–65. https://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/370/242.

Kurniawan, T. W., et al. (2025). Tindak Pidana Narkotika. Jakarta: AMU Press.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2025). Putusan Nomor 1944 PK/Pid.Sus/2025 tentang Peninjauan Kembali Perkara Pidana Khusus Narkotika.

Maichael Sinambela, dkk. (2023). Disparitas Pemidanaan terhadap Anak yang Menjadi Perantara dalam Jual Beli Narkotika. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 3(2).

Moh. Kholilul Rokhim & Nurbaedah. (2023). Tinjauan Yuridis Pemidanaan terhadap Perantara dalam Transaksi Narkotika. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 14(1).

Panggabean, F., dkk. (2024). Kebijakan Kriminal dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Peredaran Narkotika Era Digital di Kota Medan. Locus: Journal of Academic Literature Review, 4(2).

Rachim, N. A., & Munandar, M. A. (2023). Aspek Hukum Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika. Yogyakarta: Karya Bakti Makmur Indonesia.

Rahmat, Diding, Sudarto, Sarip, Sujono, & Muhammad Faiz Aziz. (2024). The Urgency of Administrative Law in Light of Ius Constituendum Regarding the Role of Village Heads. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 7(1), 53–67.

Ratna, W. P. (2022). Aspek Pidana Penyalahgunaan Narkotika Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Yogyakarta: PT Anak Hebat Indonesia.

Subagiyo, S., Lestari, T., & Wijayati, I. (2025). Tindak Pidana Narkotika: Pedoman Penegakan Hukum dalam Mencapai Tujuan Hukum Keadilan, Kepastian Hukum dan Kemanfaatan. Sleman: Deepublish.

Syahfrin Kurniawan, Joharsyah Joharsyah, & Sahbudi Sahbudi. (2023). Analisis Penegakan Hukum yang Tepat bagi Pelaku Penyalahgunaan Narkotika dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 12(1).

Tarigan, I. J. (2017). Narkotika dan Penanggulangannya. Yogyakarta: Deepublish.

Widarto, Bambang, Faisal Santiago, & Hj. Darwati. (2025). Kebijakan Hukum Ideal Pengaturan Ruang Udara Indonesia untuk Pertahanan Negara dan Kesejahteraan Bangsa (1st ed.). Depok: Raja Grafindo Persada.

Winjaya, Andri, dkk. (2025). Legal Uncertainty in Law Enforcement for Drug Addicts Resulting in Criminal Disparity. Yuridika, 40(1).

Downloads

Published

2026-03-28

How to Cite

Romadhon, D. G. (2026). Critical Juridical Analysis of the Criminal and Medical Boundaries in the Handling of Narcotics Addicts in Indonesia. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(3), 16. https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i3.5648

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.