Analisis Dikeluarkannya Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari Kategori Limbah B3

Authors

  • Shafira Azahra Nabila Nasution Universitas Bengkulu
  • Tasya Fillo Sofia Universitas Bengkulu
  • Mu`ezzah Hakemah Binti Mahari Universitas Bengkulu
  • Wulandari Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i3.5250

Keywords:

FABA, Environmental Law, Coal, Health, Environment

Abstract

In accordance with Government Regulation Number 22 of 2021, which replaced Government Regulation Number 101 of 2014, this study examines the legal basis and environmental implications of removing Fly Ash Bottom Ash (FABA) from the hazardous waste category. The research applies a normative legal method using statutory and conceptual approaches, supported by the analysis of relevant primary and secondary legal materials. The findings indicate that the government justifies the reclassification based on the relatively stable characteristics of FABA generated from high-temperature combustion processes, considerations of industrial cost efficiency, and its potential utilization within a circular economy framework. Nevertheless, the policy raises significant environmental concerns, particularly regarding the risk of heavy metal contamination affecting soil, water, and air. It also prompts debate over the potential weakening of strict liability and precautionary principles as stipulated in Law Number 32 of 2009. The study concludes that clearer technical standards, strengthened derivative regulations, and transparent monitoring mechanisms are essential to safeguard environmental protection and ensure long-term sustainability.

References

Afandi, F., Adianto, D., & Listiningrum, P. (2022). Penggunaan Bukti Ilmiah dan Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Putusan Perkara Pidana Materiil Lingkungan Hidup di Indonesia Tahun 2009 – 2020. Hukum Lingkungan Indonesia, 9, 77–120.

Aisyana, M. R. (2022). Politik Kebijakan Limbah Energi: Analisis Kebijakan Penghapusan Limbah Faba dari Daftar Limbah Berbahaya di Indonesia. 3(2), 90–98.

Ayuningtyas, U., Rosmeika, & Firdaus, A. (2022). Fly ash dan bottom ash sebagai material infrastruktur untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. 47–52.

Cahyaningtyas, F., Auliya, D. F., Nadia, H. S., & Austin, J. (2025). Penerapan Prinsip Pencegahan (Prevention Principle) dalam Pengelolaan Limbah Cair oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Ilmiah Multidisiplin, 4(11), 2541–2553.

Damayanti, R. (2018). Abu batubara dan pemanfaatannya: Tinjauan teknis karakteristik secara kimia dan toksikologinya. Jurnal Teknologi Mineral Dan Batubara, 14. https://doi.org/10.30556/jtmb.Vol14.No3.2018.966

ESDM, B. P. dan P. (2021). Proyeksi kebutuhan batubara dan FABA 2021-2027. https://www.esdm.go.id/assets/media/content/content-buku-road-map-pengembangan-dan-pemanfaatan-batubara.pdf

Hasibuan, A. A., Mubarok, D. A., Firmansyah, A., Pembangunan, U., & Veteran, N. (2023). Tinjauan Penerapan Pengelolaan Limbah B3 Pada Sektor Kesehatan Di Indonesia. 3(2), 220–233.

Hasna, L., & Azzahra, A. (2022). Problematika pengeluaran FABA PLTU dari limbah golongan B3. LBH Yogyakarta. https://lbhyogyakarta.org/2022/06/03/problematika-pengeluaran-faba-pltu-dari-limbah-golongan-b3/

Ibadurrahman. (2022). Implikasi Hukum Penghapusan Status B3 Faba Dalam Pp Nomor 22 Tahun 2021 Untuk Mencapai Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia. 173. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/39408/19912053.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Jakarta, B. F. U. V. (2021). Kajian penghapusan FABA dari kategori limbah B3. https://bemfh.upnvj.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/17584_Kajian-Penghapusan-FABA-dari-limbah-B3.pdf

Jenderal, S. D. (2025). “Pemanfaatan FABA dalam material konstruksi melalui SIMPK.” https://binakonstruksi.pu.go.id/informasi-terkini/sekretariat-direktorat-jenderal/ditjen-bina-konstruksi-manfaatkan-faba-dalam-material-konstruksi-melalui-simpk/

Lebid, A. E., Stepanov, V. V., & Nazarov, M. S. (2023). The Informational Components of Social Resilience Within Realization of the UN Sustainable Development Goals. 8(2), 324–338. https://doi.org/10.13187/ijmil.2023.2.324

Liyanage, M., & Jayaranjan, D. (2014). Reuse options for coal fired power plant bottom ash and fly ash. https://doi.org/10.1007/s11157-014-9336-4

Lumbanrau, R. E. (2021). Pemerintah klaim abu batu bara bukan limbah B3 sudah berdasarkan “kajian ilmiah”, warga terdampak abu PLTU: “debu bukan seperti cabe begitu dimakan langsung pedas.” BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-56324376

Nurlaela, N., & Susanto, A. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah FABA menjadi paving block. Pengabdian Dan Pembangunan Masyarakat. https://jurnal.unmabanten.ac.id/index.php/jppm/article/download/1473/618

Pradipta, A. R. G. (2021). Pro Kontra Dikeluarkannya FABA dari Jenis Limbah B3 Dalam PP 22/2021, Apa Pengaruhnya Terhadap Kualitas Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Indonesia. https://www.academia.edu/98381567/Pro_Kontra_Dikeluarkannya_FABA_dari_Jenis_Limbah_B3_Dalam_PP_22_2021_Apa_Pengaruhnya_Terhadap_Kualitas_Lingkungan_dan_Kesehatan_Masyarakat_Indonesia

Prasetiawan, T. (2021). Kontroversi Penghapusan Faba Dari Daftar Limbah B3. 101.

Prasetyo, A. (2021). 4 Catatan Kritis ICEL Soal Abu Batubara Bukan Lagi Limbah B3. Hukumonline.Com. https://www.hukumonline.com/berita/a/4-catatan-kritis-icel-soal-abu-batubara-bukan-lagi-limbah-b3-lt604c113ab5a1b/

Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M. H. (2019). Hukum Pemerintahan Daerah. Nusa Media. https://books.google.co.id/books?id=kP9TEAAAQBAJ&printsec=copyright&hl=id#v=onepage&q&f=false

Putusan Nomor 49/PUU-XVIII/2020 (2020). https://www.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_8207_1635397758.pdf

Rosliana. (n.d.). SISTEM TANGGAP DARURAT DALAM PENGELOLAAN B3 DANLIMBAH B3. KLHK Direktorat Pengelolaan B3. https://www.scribd.com/document/601015454/SISTEM-TANGGAP-DARURAT-DALAM-PENGELOLAAN-B3-DAN-LIMBAH-B3

Roza, I. D., & Nggeboe, F. (2011). PENERAPAN ASAS PERTANGGUNGJAWABAN MUTLAK ( ABSOLUTE LIABILITY ) DALAM UNDANG UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TERHADAP PERUSAKAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN. I, 132–202.

Satriawan, D. (2023). Kimia Lingkungan (Bab 4 Para).

Setiawan, A., & Wahyudi, H. (n.d.). Sinergitas Pembangunan Tata Ruang Pertahanan Daerah dalam Menghadapi Ancaman Non-Militer di Indonesia. 103–122.

Shindell, D., & Faluvegi, G. (2010). The net climate impact of coal-fired power plant emissions. 3247–3260.

Studi, A. S. H., Pp, K., Tahun, N. O., Qolbi, G. N., Gunawan, B., & Sugandi, Y. S. (2023). Alternatif Kebijakan Untuk Fly Ash And Bottom Ash (Studi Kasus: Pp No. 22 Tahun 2021). 6(3), 502–512.

Supraptini. (2002). Pengaruh Limbah Industri terhadap Lingkungan di Indonesia. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, XXI. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/1130

Syafira, F., & Iman, M. B. (2024). Analisis Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 Terkait Fly Ash & Bottom Ash. 283–296.

Syarif, M. (2021). “FABA Hasil Pembakaran Batubara Wajib Dikelola - Dirjen PSLB3” - KLHK, Rosa Vivien Ratnawati. NERACA. https://www.neraca.co.id/article/143775/faba-hasil-pembakaran-batubara-wajib-dikelola-dirjen-pslb3klhk-rosa-vivien-ratnawati

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (1945). https://www.mkri.id/public/content/infoumum/regulation/pdf/UUD45 ASLI.pdf

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (2009). https://jdih.esdm.go.id/common/dokumen-external/UU 32 Tahun 2009 (PPLH).pdf

Widyarsana, I. M. W., Mulyadi, A. A., & Tambunan, S. A. (2016). Identification of industrial hazardous waste and material flow analysis based on hazardous waste producing businesses in Indonesia. 1–17.

Downloads

Published

2026-02-27

How to Cite

Azahra Nabila Nasution, S., Fillo Sofia, T., Hakemah Binti Mahari, M., & Wulandari. (2026). Analisis Dikeluarkannya Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari Kategori Limbah B3. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(3), 19. https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i3.5250

Issue

Section

Articles

Categories

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.