Relevansi Mens Rea dalam Kaidah Al-Umūr Bi Maqāṣidihā dan Hubungannya dengan Hukum Pidana
DOI:
https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i2.5100Keywords:
Mens Rea, Kaidah Fiqhiyyah, Niat, Ferdy Sambo, Hukum PidanaAbstract
Tulisan ini membahas keterkaitan antara konsep mens rea dalam hukum pidana positif dengan kaidah fiqhiyyah al-umūr bi maqāṣidihā yang menekankan pentingnya niat sebagai penentu status hukum suatu perbuatan. Doktrin mens rea menempatkan niat sebagai unsur utama dalam menentukan kesalahan pidana, sedangkan kaidah fiqhiyyah tersebut menegaskan bahwa setiap tindakan hukum harus dinilai berdasarkan tujuan yang melatarbelakanginya. Relevansi keduanya dianalisis melalui studi kasus putusan Ferdy Sambo dalam perkara pembunuhan Brigadir J, di mana hakim menilai adanya niat, motif, dan perencanaan matang sebagai dasar penerapan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Penelitian ini menggunakan metode normatif-komparatif untuk membandingkan prinsip pertanggungjawaban pidana dalam hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Hasil kajian menunjukkan adanya titik temu yang signifikan antara kedua sistem hukum tersebut dalam menempatkan niat sebagai fondasi utama penilaian kesalahan pelaku. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya literatur akademis, memperluas pemahaman teoretis, serta membuka ruang diskusi lanjutan mengenai integrasi nilai-nilai hukum Islam dalam pengembangan hukum pidana nasional.
References
Alexander, L., & Kessler, K. D. (1996). Mens rea and inchoate crimes. J. Crim. L. & Criminology, 87, 1138. https://scholarship.law.upenn.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1131&context=faculty_articles
Alviolita, F. P. (2018). Pertanggungjawaban Pidana Oleh Pengurus Korporasi Dikaitkan Dengan Asas Geen Straf Zonder Schuld. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 1-16. https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/2096
Andi Bau Mallarangeng, Mustari, Firman, & Ismail Ali. (2023). Pembuktian Unsur Niat Dikaitkan Dengan Unsur Mens Rea Dalam Tindak Pidana Korupsi. Legal Journal of Law, 2(2), 11–24. https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/legal/article/view/69
Ar, A. M., Sibarani, R., & Djajaputera, A. (2024). Peran niat (mens rea) dalam pertanggungjawaban pidana di Indonesia. JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 241–244. https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/jimmi/article/view/140
Ar, A. M., Sibarani, R., & Djajaputera, A. (2024). Peran niat (mens rea) dalam pertanggungjawaban pidana di Indonesia. JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 241-244. https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/jimmi/article/view/140/94
Ar, A. M., Wirda, W., Rusbandi, A. S., Zulhendra, M., Bahri, S., & Fajri, D. (2024). Peran Niat (Mens rea) dalam Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 240–252. https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/jimmi/article/view/140
Azmi, A. (2019). Penerapan Kaidah Fikih Tentang Niat “Al-Umūru bi Maqāṣidihā” Dalam Kasus Hukum Tindak Pidana Pembunuhan. TAQNIN: Jurnal Syariah dan Hukum, 1(2). http://dx.doi.org/10.30821/taqnin.v1i2.6360
Azmi, A. (2019). Penerapan kaidah fikih tentang niat “Al-Umūru bi Maqāṣidihā” dalam kasus hukum tindak pidana pembunuhan. Taqnin: Jurnal Syariah dan Hukum, 1(2). https://doi.org/10.30821/taqnin.v1i2.6360 (jurnal.uinsu.ac.id)
Balya, Humam, Muh Zidni Syukran, and Abrar Abrar. "PERAN MENS REA DALAM SISTEM HUKUM: ANALISIS HUBUNGAN DENGAN PRINSIP ETIKA DAN KEADILAN." As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan 14.1 (2025): 99-107. https://ejournal.staidarussalamlampung.ac.id/index.php/assalam/article/view/713
Chesney, E. J. (1938). Concept of mens rea in the criminal law. Am. Inst. Crim. L. & Criminology, 29, 627. https://scholarlycommons.law.northwestern.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=2828&context=jclc
Cross, N. (2023). "19: Criminal justice, actus reus and mens rea". In Forensic Psychology, Crime and Policing. Bristol, UK: Policy Press. Retrieved Nov 24, 2025, from https://doi.org/10.51952/9781447359418.ch019
Djiwa, S., Suwerjo, M., & Zakky, M. (2025). Analisis Yuridis Pertimbangan Hukum dalam Putusan Perkara Pembunuhan Berencana (Studi Kasus Ferdy Sambo, Putusan No. 796/Pid.B/2022). Jurnal Hukum Jurisdictie. https://doi.org/10.34005/jhj.v6i2.177 (journalfhuia.ac.id)
Duff, R. A. (1990). Intention, Agency and Criminal Liability: Philosophy of Action and the Criminal Law (Introduction) (pp. 1-14). Blackwell. Duff, R. A. (1990). Intention, Agency and Criminal Liability: Philosophy of Action and the Criminal Law (Introduction) (pp. 1-14). Blackwell. https://doi.org/10.1017/S135232520909003X
Dwi, S. (2024). Integrasi prinsip niat dalam fiqh jināyah dengan pemidanaan nasional. Jurnal Hukum Islam, 3(1), 45–56.
Eva Mazrieva. (2023, August 9). MA Batalkan Hukuman Mati Ferdy Sambo, Pakar Hukum Memahami. Voaindonesia.Com. https://www.voaindonesia.com/a/ma-batalkan-hukuman-mati-ferdy-sambo-pakar-hukum-memahami/7216551.html
Ferdy Sambo: MA batalkan hukuman mati pembunuh Brigadir Yosua, apa reaksi pemerintah dan pakar hukum? (2023, August 9). BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-66440966
Insani, N., & Octaviyanti, A. (2024). Opzet sebagai dasar mens rea untuk membedakan delik pembunuhan dan penganiayaan berat yang menyebabkan kematian. Rechtsregel: Jurnal Ilmu Hukum. https://doi.org/10.32493/rjih.v6i1.34154 (openjournal.unpam.ac.id)
Irawati, S. A. (2024). Perbedaan Sengaja dan Tidak Sengaja dalam Hukum Pidana. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 10(4), 1137-1146. https://www.jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/1973
Kharismadohan, A. (2020). Mens Rea and State Loses on Corruption Cases: An Analysis of Corruption Court Judgment of Semarang. Journal of Law and Legal Reform, 1(1), 61-76. https://doi.org/10.15294/jllr.v1i1.35407
Marentek, J. I. (2019). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Ditinjau Dari Pasal 340 KUHP. Lex Crimen, 8(11). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexcrimen/article/view/27953
Marsauli, Y., Kristiawanto, K., & Ismed, M. (2025). Penegakan hukum terhadap pembuktian mens rea dalam tindak pembunuhan berencana. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(8), 3823–3836. https://doi.org/10.62335/sinergi.v2i8.1696 (manggalajournal.org)
Napitupulu, J. A., Adly, A., & Firmansyah, H. (2025). Kaidah yang Berkaitan dengan al-Umūru bi Maqāṣidihā, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. https://ziaresearch.or.id/index.php/fatih/article/download/127/123/843?
Ningsih, R. H., & Sasmita, A. R. (2024). Analisis Yuridis “Mens Rea” Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana berdasarkan Pasal 340 KUHP. Eksaminasi: Jurnal Hukum, 3(4), 183‑196. https://doi.org/10.37729/eksaminasi.v3i4.5960 (ebook.umpwr.ac.id)
Ningsih, R. H., & Sasmita, A. R. (2024). Analisis yuridis “mens rea” terhadap tindak pidana pembunuhan berencana berdasarkan Pasal 340 KUHP. Eksaminasi: Jurnal Hukum, 3(4), 183–196. https://doi.org/10.37729/eksaminasi.v3i4.5960 (jurnal.umpwr.ac.id)
Njoto, D. L. B. (2024). Rekonstruksi asas actus non facit reum nisi mens rea dalam tindak pidana. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 3344–3355. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.3735 (jiip.stkipyapisdompu.ac.id)
Prasetyo, E. A. (2024). Pertanggungjawaban Pidana dan Penerapan Mens Rea Dalam Tindak Pidana Intersepsi Di Indonesia (Doctoral dissertation, Magister Ilmu Hukum). https://ejournal.stih-awanglong.ac.id/index.php/csj/article/download/1491/906
Putri Martha, Kiara, & Ul Hosnah. (2024). Analisis yuridis terhadap ketiadaan unsur mens rea dalam putusan kasus tindak pidana korupsi Thomas Trikasih Lembong. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8(3). https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i3.51411 (journal.universitaspahlawan.ac.id)
PUTUSAN Nomor 796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel., (August 11, 2022). https://jdih.mahkamahagung.go.id/storage/uploads/produk_hukum/Putusan%20Pengadilan%20Negeri%20Jakarta%20Selatan%20Nomor%20796/Pid.B/2022/PN%20JKT.SEL/1702263471_PN_JKT.SEL_2022_Pid.B_796_putusan_akhir.pdf
Qayyum, N. (2023). Criminal Responsibility of Hierarchic Superiors in Islamic Law and International Criminal Law (ICL). International Journal of Social Science & Entrepreneurship, 3(1), 182-204. https://www.researchgate.net/profile/Nosheen-Qayyum/publication/367964948_Criminal_Responsibility_of_Hierarchic_Superiors_in_Islamic_Law_and_International_Criminal_Law_ICL/links/63db65fec465a873a2794bce/Criminal-Responsibility-of-Hierarchic-Superiors-in-Islamic-Law-and-International-Criminal-Law-ICL.pdf
Rizqiqa, L. D., & Atmaja, B. A. (2021). Penentuan Mens Rea Dalam Unsur Perencanaan Pada Perkara Penganiayaan Pasal 353 Ayat 2 KUHP. Jurnal Belo, 6(2), 126-147. http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2021/rpm_20210213113355_9166.pdf
S, Siti Munawira, Rahmi Dewanti, and Mawardi Pewangi. 2024. “Qōidah Al-Umūr Bi Maqōsidiha.” ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin 3(7): 150–60. doi:10.56799/jim.v3i7.3570. https://ulilalbabinstitute.id/index.php/JIM/article/view/3570#:~:text=%E2%80%9CSegala%20sesuatu%20tergantung%20tujuannya%E2%80%9D
Sohib, M. (2025). Mens Rea dalam pertanggungjawaban pidana perspektif fiqh jināyah. The Jure: Journal of Islamic Law, 2(2), 223–229. https://journal.iaisyaichona.ac.id/index.php/the_jure/article/view/283 (journal.iaisyaichona.ac.id)
Syukur, K. A. (2015). Pembuktian unsur niat dikaitkan dengan unsur mens rea dalam tindak pidana korupsi. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 3(2), 218-228. http://dx.doi.org/10.25157/jigj.v3i2.420
Syukur, K. A. (2023). Pembuktian unsur niat dikaitkan dengan unsur mens rea dalam tindak pidana korupsi. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 3(2), 218. http://dx.doi.org/10.25157/jigj.v3i2.420 (jurnal.unigal.ac.id)
Willa Wahyuni. (2023, August 3). Kasasi Ditolak, MA Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo Jadi Seumur Hidup. HUKUMONLINE.COM. https://www.hukumonline.com/berita/a/kasasi-ditolak--ma-anulir-vonis-mati-ferdy-sambo-jadi-seumur-hidup-lt64d2427ec3d8e/
Wilson-Scott, J. (2021). Mens Rea and Narratives of Violence: The Guilty Mind in Twenty-First-Century American Literature. American Studies in Scandinavia, 53(2), 23–41. https://doi.org/10.22439/asca.v53i2.6390
Zainuddin, M. (2019). Penerapan kaidah figh tentang niat al-umūr bi maqāṣidihā dalam kasus hukum tindak pidana pembunuhan. TAQNIN: Jurnal Syariah dan Hukum, 1(2), 1-12. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/taqnin/article/view/6360
Zainuddin, M. (2019). Penerapan kaidah fiqh tentang niat al-umūr bi maqāṣidihā dalam kasus hukum tindak pidana pembunuhan. TAQNIN: Jurnal Syariah dan Hukum, 1(2), 1–12. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/taqnin/article/viewFile/6360/2771
Zakariyah, L. (2012). Islamic Legal Maxims for Attainment of Maqasid-al-Shari ‘ah in Criminal Law: Reflections on the Implications for Muslim Women in the Tension Between Shari ‘ah and Western Law. In Women in Islam: Reflections on Historical and Contemporary Research (pp. 117-134). Dordrecht: Springer Netherlands. https://www.researchgate.net/publication/262676862_Luqman_Zakariyah_2012_Islamic_legal_maxims_for_attainment_of_maqasid-al-shari'ah_in_criminal_law_reflections_on_the_implications_for_Muslim_women_in_the_tension_between_Shari'ah_and_western_law_In_Wom
Zakariyah, Luqman (2015) Legal maxims in Islamic criminal law: theory and applications. Brill's Arab and Islamic Laws 9 . Brill, Leiden-Boston. DOI:10.1163/9789004304871
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Manisa Sahara, Nou Velisatul, Alfan Zaini Zidane, Hizkia Orvellino Slamet, Mirza Raditya Akmal, Baidhowi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



