Peranan Alexithymia dan Loneliness Terhadap Kecenderungan Bunuh Diri Pada Dewasa Awal di Sidoarjo

Authors

  • Riska Dwi Mitasari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Zaki Nur Fahmawati Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Lely Ika Mariyati Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.47134/jpkm.v1i1.4965

Keywords:

Kecenderungan Bunuh Diri, Alexithymia, Loneliness, Masa Dewasa Awal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peran alexithymia dan loneliness terhadap kecenderungan bunuh diri pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan studi regresi berganda dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu dewasa awal di sidoarjo sebanyak 816.530 orang dengan kriteria berusia 18-40 tahun, tinggal di Sidoarjo, pernah berpikiran untuk melakukan bunuh diri dan bersedia menjadi subjek penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik incidental sampling hingga subjek yang berhasil terkumpul sebanyak 348 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya skala kecenderungan bunuh diri yaitu Adult Suicidal Ideation Questionnaire (ASIQ), skala alexithymia yaitu Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) dan skala loneliness yaitu Skala The University of California, Los Angeles Loneliness Scale Version 3 (UCLA LS). Teknik analisa data yang digunakan yaitu analisis multiple regression. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat alexithymia dan loneliness terhadap kecenderungan bunuh diri pada dewasa awal. Lonelines memiliki pengeruh lebih besar dari pada pengaruh alexithymia terhadap kecenderungan bunuh diri. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat pada laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan, sedangkan tingkat loneliness dan kecenderungan bunuh diri pada Perempuan lebih tinggi dari pada laki-laki.

References

Akin, A. (2010). Self-Compassion and Loneliness. International Online Journal of Educational Sciences.

Amelia Araminta J. (2023). Faktor Penyebab dan Dampak Perilaku Bunuh Diri di Pedesaan (Studi Kasus Bunuh Diri Di Kecamatan Simpang Pematang). Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., Mi, 5–24.

Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469

Astuti, Y. D. (2019). Kesepian dan Ide Bunuh Diri di Kalangan Tenaga Kerja Indonesia. 24, 35–58. https://doi.org/10.20885/psikologi.vol24.iss1.art4

Aviva, S. P. A., & Jannah, M. (2022). Exploration of loneliness in early adulthood. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(02), 203–212.

Baiden, P & Tadeo, S. K. (2020). Investigating the association between bullying victimization and suicidal ideation among adolescents: evidence from the 2017 youth risk behavior survey.

Biroli, A. (2018). Bunuh Diri Dalam Perspektif Sosiologi. Simulacra: Jurnal Sosiologi, 1(2), 213–223. https://doi.org/10.21107/sml.v1i2.4996

Darmayanti, K. K. H., Anggraini, E., & Winata, E. Y. (2022). Level Depresi dan Dampaknya terhadap Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa di Pulau Sumbawa. 63–72.

De Muzan, M. (1974). Psychodynamic mechanisms in psychosomatic symptomformation. Journl of Psychotherapy and Psychosomatics, 23(1-6), 1.

Diva, V., Hamzah, S., & Triwahyuni, A. (2023). Kesepian sebagai faktor prediktif ide bunuh diri di kalangan mahasiswa: Studi pada mahasiswa Universitas Padjadjaran selama pandemi Covid-19. 9(2), 85–97.

Dr. Sanderan Onie. (2022). Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia.

Ellyvon Pranita. (2021). Ahli Sebut Kasus Bunuh Diri di Indonesia Bagaikan Fenomena Gunung Es.

Im, Y., Oh, W., & Suk, M. (2017). Achives of psychiatric risk factors for suicide ideation among adolescents: five-year national data analysis.

Jenkins, M. L. (2018). Alexithymia in Minority Children: Assessment, Intervention, and Implications. Faculty of the School of Psychology & Counseling Regent University.

Krystal, H. (1979). Alexithymia and psychotherapy. American Journal Ofpsychotherapy, 33(1), 17-

Kurniawan, M. A., & Sudagijono, J. S. (2021). Hubungan Alexithymia Dan Kecenderungan Bunuh Diri Pada Remaja Laki-Laki Di Surabaya. Experientia: Jurnal Psikologi Indonesia, 9(2), 126–136. https://doi.org/10.33508/exp.v9i2.2904

Lemme, B. H. (1995). Development in adulthood.

Maharani, B., Wibiharto, Y., Setiadi, R., & Widyaningsih, Y. (2021). Pola Hubungan Dampak Fatherless terhadap Kecanduan Internet , Kecenderungan Bunuh Diri dan Kesulitan Belajar Siswa SMAN ABC Jakarta Bunga Maharani Yasmin Wibiharto * , Rianti

Setiadi. 9(1), 276–288. https://doi.org/10.33019/society.v9i1.275

Matthews-Ewald, M. R., & Zullig, K. J. (2013). Evaluating the performance of a short loneliness scale among college students. Journal of College Student Development, 54(1), 105–109. https://doi.org/10.1353/csd.2013.0003

Nandana, I. P. D. A., Jatnika, R., & Rubiyanti, Y. (2023). Hubungan antara Perceived Social Support dengan Loneliness pada Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19. Journal of Psychological Science and Profession, 7(2), 14. https://doi.org/10.24198/jpsp.v7i2.45496

Nemiah, J. C. (1976). Alexithymia: a view of the psychosomatic process. Modern trends in psychosomatic medicine. 3, 430–439.

Nurhazlina Mohd. Ariffin, M. J. S. R. K. (2021). Perkembangan Usia Dewasa : Tugas DanHambatan Pada Korban Konflik Pasca Damai. Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak, 7(2), 114. https://doi.org/10.22373/bunayya.v7i2.10430

Oktaria Safitri, D., & Kusumawardhani, A. (2021). Aspek Neurobiologi dan Neuroimaging Bunuh Diri. Cermin Dunia Kedokteran, 48(8), 289. https://doi.org/10.55175/cdk.v48i8.1445.

Oltmanns, T. F., & Emery, R. E. (2015). Abnormal Psychology (Pearson Ed).

Osman, A., Bagge, C. L., Gutierrez, P. M., Konick, L. C., Kopper, B. A., & Barrios, F. X. (2001). The suicidal behaviors questionnaire-revised (SBQ-R): Validation with clinical and nonclinical samples.

Pajarsari, S. U., & Wilani, N. M. A. (2020). Dukungan Sosial terhadap Kemunculan Ide Bunuh Diri pada Remaja. Widya Caraka : Journal of Psychology and Humanities, 1(1), 34–40.

Pangestuti, R., Adiningtyas, N., & Astuti, S. W. (2022). Level Alexiyhymia Pada Remaja Dan Intensitas Penggunaan Media Sosial. Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta, 5(2), 540. https://doi.org/10.22441/biopsikososial.v5i2.14461

Pramana, R. D., Psikologi, P. S., Wayan, N., Puspitadewi, S., & Psikologi, P. S. (2014). Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Tingkat Depresi dengan Ide Bunuh Diri HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN TINGKAT DEPRESI. 1–6.

Putri, Q. A. S. (2019). Hubungan Self-Compassion Dengan Loneliness (Studi Pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau). 1–54.

Sadock, B. J., & Sadock, V. A. (2014). Kaplan & Sadock’s synopsis of psychiatry: Behavioral sciences/clinical psychiatry. Lippincott Williams & Wilkins.

Sifneos, P. E. (1973). The prevalence of „alexithymic‟characteristics in psychosomatic patients. Psychotherapy and psychosomatics. 22(2-6), 2.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. PT Alfabet. Taylor, G. J., Bagby, R. M., & Parker, J. D. (1989). Disorders of affect regulation: Alexithymia in medical and psychiatric illness.

Taylor, G.J., Bagby, R.M., Parker, J. D. A. (1997). Disorders of Affect Regulation: Alexithymia in Medical and Psychiatric Illness.

The revised UCLA loneliness scale: Concurrent ang discriminant validity evidece. (n.d.). Journal of Personality and Social Psychology, 39, 472–480.

Thompson, J. (2009). Emotionally Dumb: An Overview of Alexithymia.

Valentina, T. D., & Helmi, A. F. (2016). Ketidakberdayaan dan Perilaku Bunuh Diri: MetaAnalisis. Buletin Psikologi, 24(2), 123.

https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.18175

Winter, K., Spengler, S., Bermpohl, F., Singer, T., & Kanske, P. (2017). Social cognition inaggressive offenders: Impaired empathy, but intact theory of mind. Scientific Reports, 7(1), 1–11. https://doi.org/10.1038/s41598-017-00745-0 World Heath Organisation. (2023). Suicide

Downloads

Published

2025-09-26

Issue

Section

Articles