Problems of Upstream and Downstream Integration of Rare Earth Metals in the National Mining Legal System

Authors

  • Ade Zamrah Universitas Borobudur
  • Boy Nurdin Universitas Borobudur

DOI:

https://doi.org/10.47134/jcl.v3i3.1.5872

Keywords:

Rare Earth Metals, downstreaming, regulatory harmonization, upstream-downstream integration, critical minerals, industrial sovereignty

Abstract

Rare Earth Metals play a strategic role in the development of high-tech industries and the global energy transition. Indonesia, a country with abundant mineral resources, faces the challenge of integrating upstream mining activities with downstream policies aimed at increasing added value. This study analyzes the problematic integration of upstream and downstream Rare Earth Metals within the national mining legal system, specifically based on Law Number 3 of 2020 and its implementing regulations, including Minister of Energy and Mineral Resources Regulation Number 18 of 2025. The method employs normative legal research with legislative, conceptual, and systemic approaches. The study results reveal a disharmony between extraction-based licensing designs and downstreaming obligations, which have not been integrated from the initial stages of permit issuance. Regulatory fragmentation and overlapping authority between sectors also impact the effectiveness of value-added policies. The absence of an institutional model specifically addressing critical minerals has hindered the development of the national value chain. The study proposes a reconstruction of value chain-based licensing designs, cross-sectoral regulatory harmonization, and the establishment of an integrative institutional model as steps toward industrial sovereignty. This approach is expected to strengthen the sovereignty of Rare Earth Metal management while simultaneously encouraging a sustainable transformation of the strategic resource-based economy.

References

Agung, M. H. (2023). Analisa Hukum Terhadap Pemanfaatan Logam Tanah Jarang Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara JO. PP No. 96 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan. UNES Law Review, 6(2), 6739-6752.

Allo, K. L. (2025). Strategi Amerika Serikat dalam Menghadapi Dominasi Logam Tanah Jarang Tiongkok. Journal of International and Local Studies, 9(2), 132-142.

Angrayni, L. (2023). Hak Menguasai Negara Dalam Pengaturan Sumber Energi Baru dan Terbarukan. EKSEKUSI, 5(1), 42-61.

Busroh, F. F. (2024). Harmonisasi regulasi di Indonesia: Simplikasi dan sinkronisasi untuk peningkatan efektivitas hukum. Jurnal Interpretasi Hukum, 5(1), 699-711.

Delila, A. L. (2025). Pengantar Teknologi Mineral: Dari Eksplorasi Hingga Pemanfaatan. Ternate: Kamiya Jaya Aquatic.

Febriani, D. A. (2025). Analisis Kebijakan Dalam Perundang-Undangan. Unisan Jurnal, 4(8), 131-142.

Fenetiruma, D. &. (2025). Pengaturan Hukum Dan Implementasi Perdagangan Karbon Di Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(3).

Hermansyah, A. M. (2025). Glocalization of the Sustainable Development Goals within the Legal Framework of Human Resource Development Policy: Glokalisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam Kerangka Hukum Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Mendapo: Journal of Administrative Law, 6(3), 207-227.

Kusumawardhana, I. (2023). A dynamic system approach: Modalitas kontrol pemerintah terhadap agenda pembangunan di negara berkembang. TheJournalish: Social and Government, 4(2), 146-162.

Mery, L. (2025). Kontestasi Hukum Internasional dalam Kebijakan Hilirisasi Indonesia. Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 82-98.

Prasodjo, H. &. (2024). Kepentingan Strategis Tiongkok dalam Penguasaan Pasokan dan Produksi Rare Earth Elements Skala Global. Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 7(2), 62-89.

Puspita, R. E. (2025). Potensi, kebijakan dan pemanfaatan logam tanah jarang (ltj) menuju net zero emission (nze) di indonesia. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 4(5), 2240-2255.

Rachmawati, A. R. (2024). Kewajiban Hukum Perusahan Tambang Dalam Penyedian Fasilitas Smelter Sebagai Upaya Mendukung Program Hilirisasi. Inicio Legis, 5(1), 65-75.

Rifqi, A. M. (2026). Dinamika Kebijakan Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara di Indonesia. Journal Politique, 6(1), 21-39.

Rini, F. P. (2025). Analisis Peran Kebijakan Hilirisasi Industri dalam Memperkuat Kemandirian Ekonomi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Pancasila. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan bahasa, 2(4), 221-235.

Saripudin, A. &. (2025). Politik Hukum Pengalihan Kewenangan Perizinan Pertambangan. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(5), 2406-2417.

Setiawan, E. B. (2025). Prinsip konstitusi ekonomi dalam hilirisasi nikel untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 14(1).

Syamil, A. J. (2026). Manajemen Rantai Pasok: Teori dan Implementasi. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Widyaningrum, T. &. (2024). Pembaruan hukum pertambangan mineral dan batubara menuju keadilan dan kepastian hukum yang berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia. Iblam Law Review, 4(3), 11-22.

Yon, M. Y. (2025). Transformasi Ekonomi Berbasis Nilai Tambah: Analisis Hilirisasi Komoditas Nikel Terhadap Keberlanjutan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Indonesian Journal for Entrepreneurial Review, 4(1).

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Zamrah, A., & Nurdin, B. (2026). Problems of Upstream and Downstream Integration of Rare Earth Metals in the National Mining Legal System. Journal Customary Law, 3(3.1), 1–10. https://doi.org/10.47134/jcl.v3i3.1.5872

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.