Aktivitas Antifungi Emulgel Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Malassezia furfur

Authors

  • Rahmawaty Hasan Universitas Efarina

DOI:

https://doi.org/10.47134/scpr.v2i4.5567

Keywords:

Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.), Emulgel, Antifungi

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman tradisional yang berpotensi sebagai antibakteri dan antijamur. Buah belimbing memiliki senyawa flavonoid 276.73±25.25 mg sehingga berpotensi sebagai antijamur. Efektivitas penggunaan ekstrak buah belimbing wuluh pada kulit dapat ditingkatkan dengan memformulasikan sediaan emulgel, yang memiliki kelebihan daya hantar obat yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daya hambat sediaan emulgel ekstrak metanol 80% buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Malassezia furfur dengan metode kertas cakram. Metode ekstraksi maserasi buah belimbing wuluh dengan pelarut methanol 80% didapatkan rendemen 13.3%. Data skrining fitokimia dianalisis secara deskriptif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada ekstrak buah belimbing wuluh terdapat kandungan metabolit flavonoid, alkaloid, saponin dan triterpenoid. Ekstrak diformulasikan menjadi emulgel dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Berdasarkan evaluasi sediaan, formulasi terbaik adalah formulasi 3 dengan hasil evaluasi yang sesuai standar, meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, cycling test, dan uji untuk menentukan emulgel yang dianalisis secara deskriptif. Uji daya sebar, uji pH, uji viskositas, dan uji zona hambat menggunakan analisis One-Way ANOVA menggunakan SPSS. Aktivitas antifungi menunjukkan formulasi 3 dengan konsentrasi ekstrak buah belimbing wuluh 15% memiliki zona hambat yang paling kuat, yaitu 12,00 mm. Emulgel ekstrak buah belimbing wuluh dengan konsentrasi 15% memiliki potensi aktivitas antifungi dengan menghambat pertumbuhan Malassezia furfur.

References

Abraham CM. 2016. Efek Antibakteri dari Ekstrak Buah Averrhoa bilimbi L. Jurnal Penelitian Internasional of Ilmu Biologi. Vol 8. No 5: hal. 72-74.

Adiguna, S. 2016. Prinsip penanganan infeksi di bidang dermatologi. National symposium on Tropical Skin Infections: Perpustakaan Nasional RI.

Adiningsih, W., Vifta, R L., Yuswantina, R. 2021. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Dan Ekstrak Etanol 96% Buah Strawberry Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes. Journal of Research in Pharmacy. Volume 1, Nomor 1:1-9.

Aisyah, A N., Zulham, Yusuf, N A. 2017. Formulation of emulgel ethanol extract of mulberry (Morus alba L.) with various concentrations of Span 80 and Tween 80. Journal of Pharmaceutical and Medicinal Sciences. Volume 2, Nomor 2:77-80.

Ameen, M. 2010. Epidemiology of superficial fungal. Jurnal clin dematol. Volume 28:193-201

Andayani, A., Susilowati, A., Pangastuti, A. 2014. Anti-Candida Minyak Atsiri Lengkuas Putih (Alpinia galanga) Terhadap Candida albicans Penyebab Candida Secara In Vitro. Volume 2, Nomor 2: 1-9.

Apriani, Mareda. (2021) Formulasi Sediaan Emulgel Ekstrak Daun Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) Dengan Variasi Carbopol 940. Universitas Pakuan.

Daud, N, S., Suyanti, E. 2017. Formulasi Emulgel Antijerawat Minyak Nilam (Patchouli oil) menggunakan Tween 80 dan Span 80 sebagai pengemulsi dan HPMC sebagai basis gel. Journal Mandala Pharmacon Indonesia. Volume 3, Nomor 2:90-95.

Desmiaty, Y., Winarti, W., Lindawati, Fahleni. 2020. Formulasi Curcuma zedoaria Sebagai Emulgel Antioksidan. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. Volume 18, Nomor 1:34-40.

Dewi, N P. 2020. Uji Kualitatif Dan Kuantitatif Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol Daun Awar-Awar (Ficus septica Burm. f) Dengan Metode spektrofotometer UV-VIS. Achta Holist. Pharm. Volume 2, Nomor 1: 16-24.

Djuwarno, E N., Hiola, F., Isa, I. 2021. Formulasi Sediaan Emulgel Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dan Uji Antioksidan Menggunakan Metode DPPH. Indonesia Journal of Pharmaceutical Education. Volume 1, Nomor 1: 10-19.

Hasanuzzaman, M., Ali, M.R., Hossain, M., Kuri, S., Islam, M.S. 2013. Evaluation of total phenolic content, free radical scavenging activity, and phytochemical screening of different extracts of Averrhoa bilimbi (fruits). International Current Pharmaceutical Journal 2(4):92-96.

Harti, S A. 2015. Mikrobiologi Kesehatan. CV. ANDI OFFSET. Yogyakarta : 3-5.

Hayati Inayah & Zivenzi. 2014. Identifikasi njamur Malassezia furfur pada Nelayan penderita penyakit kulit di RT 09 Kelurahan Malabro, Kota Bengkulu. Jurnal Gradien. Vol 1. No 10: hal 972-975.

Hidayati A, N., Suyoso, S., Hinda, D., Sandra, E. 2009. Mikosis Superfisialis di Divisi Mikologi Unit Rawat Jalan Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Dr.Sutomo Surabaya tahun 2003-2005. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin : hal 1-8.

Hidayani M. 2015. Spesies Malassezia pada pasien pitiriasis versikolor di berbagai media: analisis makroskopik, mikroskopik, dan biokimia. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Ida, N., Noer S, F. 2012. Uji Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera L.). Majalah Farmasi dan Farmakologi. Nomor 16:79-84.

Jafar Garnadi, Supriadi Dadih, Alvinda. 2015. Formulasi dan evaluasi mikroemulgel ekstrak daun binahong (Anredera cardifolia) sebagai anti-jerawat (staphylococcus aureus).

Jannah, M., Masih. 2020. Analisis potensi kandungan tanaman obat untuk menunjang kesehatan santri. Jurnal Ilmiah. Volume 8, Nomor 2:262-274.

Krishnaveni, M. and Dhanalakshmi, R. (2014) ‘Qualitative and quantitative study of phytochemicals in the World Journal of Pharmaceutical Research’, World Journal of Pharmaceutical Research, 3(6), pp. 1687–1696.

Magdalena, A.B., Bardi Sriwidodo, Indriyanti Wiwiek, Maelaningsih S.F. 2016. Formula Krim Antihiperpigmentasi Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L).Sumedang. Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran.

Masaenah, E., Inawati, Annisa, F R. 2019. Aktivitas ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit jantan (Mus musculus). Journal Farmamedika. Volume 4, Nomor 2:37-47.

Mayangkara, J. 2011. Pengaruh etanol dan asam oleat terhadap penetrasi liposom transdermal glukosamin menggunakan sel difusi Franz. Skripsi. Fakultas MIPA Universitas Indonesia: Depok.

Octaviani, M., dan Fadila. 2018. Aktivitas antijamur sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap jamur Candida albicans. Jurnal Katalisator. Vol 3. No 2: 125-133.

Oktavianes, Fifendy, M., dan Handayani, D. 2013. Daya Hambat Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Jurnal Biologi. 2(2), pp.1-5.

Patel BM, Kuchekar AB, and Pawar SR: Emulgel approach to formulation development: A review. Biosciences Biotechnology Research Asia 2021; 18(3): 459-465.

Rahayu, P. 2013. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap pertumbuhan Candida albicans. Skripsi. Universitas Hasanudin. Makasar.

Safitri, I., Leliqia, N, E. 2021. Ulasan tentang sifat fitokimia, aktivitas antibakteri, dan studi toksisitas daun dan buah belimbing Averrhoa. Jurnal Ilmu dan Aplikasi Farmasi. Vol 3. No 1: hal 32-39.

Saraswati, R A., Endang, S. 2018. Potensi Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Beberapa Penyakit Pada Sistem Kardiovaskular. Seminar nasional Pendidikan biologi saintek III: 155-160

Suhandar, U., Sogandi. 2019. Identifikasi senyawa aktif ekstrak daun cengkeh (syzygium aromaticum) sebagai inhibitor Streptococcus mutans. Jurnal Biologi. Volume 2, Nomor 12:229-239.

Sulistyoningdyah, F. 2017. “Skrining Fitokimia Ekstrak Infusa Kulit Petai (Parkia speciosa Hassk)” dalam Jurnal Jawara Vol. 4 No. 1 (Hal.1-3). Semarang: Akademi Farmasi Theresiana.

Tan, ST & Reginata, G. 2015. Uji Provokasi pada Pitiriasis Versikolor Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara: Jakarta.

Yusuf, M., Alyidrus, R., Irianti, W., Farid, N. 2020. Uji Antifungi Ekstrak Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale dan Candida albicans yang menyebabkan dandruff. Media Kesehatan Poli Teknik Kesehatan. Volume 15, Nomor 2:311-316.

Downloads

Published

2026-02-26

How to Cite

Hasan, R. (2026). Aktivitas Antifungi Emulgel Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Malassezia furfur . Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal, 2(4), 13. https://doi.org/10.47134/scpr.v2i4.5567

Issue

Section

Articles