Aktivitas Ekstrak Etanol 95% dari Daun Teh Putih (Camellia sinensis) Sebagai Antidepresan Pada Mencit Jantan
DOI:
https://doi.org/10.47134/scpr.v2i4.5268Keywords:
Fluoxetin, Antidepresan, Penggantungan Ekor, RotarodAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 95% daun teh putih (Camellia sinensis) secara peroral meningkatkan aktivitas motorik mencit sebagai indikator efek antidepresan. Uji dilakukan menggunakan metode Rotarod selama 30 menit untuk mengukur kemampuan mencit dalam mempertahankan diri di atas roda yang berputar. Perlakuan diberikan dengan variasi dosis, dan hasil pengamatan berupa waktu ketahanan serta jumlah jatuh dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil analisis waktu ketahanan menunjukkan bahwa nilai p (0,000) < 0,005 menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antar kelompok uji. Analisis terhadap jumlah jatuh mencit juga menunjukkan hasil signifikan dengan p (0,002) < 0,005, sehingga hipotesis alternatif diterima. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 95% daun teh putih memiliki efek antidepresan dengan meningkatkan aktivitas motorik mencit pada dosis 400 mg/KgBB. Temuan ini menunjukkan bahwa daun teh putih berpotensi sebagai sumber alami kandidat antidepresan melalui mekanisme peningkatan aktivitas motorik hewan uji.
References
Aslam, M. (2016). Uji suspensi ekor untuk mengevaluasi aktivitas antidepresan obat eksperimental. Jurnal Farmakologi Bangladesh. https://doi.org/10.3329/BJP.V11I2.26517
Bentea, E., Sanchiz Calvo, M., & Baekelandt, V. (2025). Tes rotarod pada tikus v1. https://doi.org/10.17504/protocols.io.j8nlkr7m5v5r/v1
Chandran, R., & Abrahamse, H. (2020). Mengidentifikasi Obat Alami Berbasis Tanaman untuk Melawan Stres Oksidatif dan Gangguan Neurodegeneratif. Pengobatan Oksidatif dan Umur Panjang Seluler. https://doi.org/10.1155/2020/8648742
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Pharmaceutical Care untuk penderita gangguan depresif. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Dias, T. R., et al. (2013). White tea (Camellia sinensis (L.)): Antioxidant properties and beneficial health effects. Food Science Nutrition & Dietetics, 2(2), 19–26.
Dias, T. R., Tomás, G. D., Teixeira, N. F., Alves, M. G., Oliveira, P. F., Silva, B. M., Henrique, I. D., & Oliveira, P. (2013). Teh putih (Camellia sinensis (L.)): Sifat antioksidan dan manfaat kesehatan. Jurnal Internasional Ilmu Pangan. https://doi.org/10.19070/2326-3350-130005
Ersa. (2004). Uji alat platform terhadap efek antidepresan setralin HCl dan amoksapin pada mencit putih jantan. Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya.
Gilbert, N. (2019). Ilmu di balik keajaiban teh yang dapat mengubah suasana hati. Nature. https://doi.org/10.1038/D41586-019-00398-1
Grosso, C. (2016). Strategi masa depan untuk pengobatan depresi. https://doi.org/10.1007/978-3-319-14021-6_12
Hollon, S. D. (2022). Depresi. Cognitive and Behavioral Practice. https://doi.org/10.1016/j.cbpra.2022.02.016
Intan, I. R. D. (2016). Katekin teh Indonesia: Prospek dan manfaatnya. Jurnal Kultivasi, 15(2).
Lumongga, N. (2021). Depresi: Tinjauan psikologis. Google Books.
Mamun Ur R, M., Aktar, S., Mainul H, M., et al. (2013). Antidepressant and antibacterial activities of Camellia sinensis (white tea). e-Journal of Science & Technology (e-JST).
ManiMala, S. Y., Gautam, S., & Reddy, G. B. (2016). Tinjauan umum tentang depresi. Research and Reviews: Journal of Pharmacology and Toxicological Studies.
Ng, T. P., Gao, Q., Gwee, X., & Chua, D. Q. L. (2020). Tea consumption and depression from follow up in the Singapore Longitudinal Ageing Study. Journal of Nutrition, Health & Aging, 25(3), 295–301.
Rizqia, A. (2016). Uji efek sedatif ekstrak daun Gynura procumbens (Lour.) Merr dengan ekstraksi bertingkat terhadap mencit jantan galur Balb/C. Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya.
Rossi, A., Barraco, A., & Donda, P. (2004). Fluoxetine: Review of evidence based medicine. Annals of General Hospital Psychiatry, 3(1), 2.
Sanlier, N., Atik, İ., & Atik, A. (2018). Tinjauan singkat tentang efek konsumsi teh putih terhadap penyakit. Trends in Food Science & Technology. https://doi.org/10.1016/J.TIFS.2018.10.004
Schulz, D. (2020). Perkembangan depresi: Dari perubahan gaya hidup hingga defisit motivasi. Behavioural Brain Research. https://doi.org/10.1016/J.BBR.2020.112845
Sentari, M. (2020). Perbandingan efek minyak atsiri daun kemangi dan fluoxetin sebagai antidepresan pada mencit depresi ditinjau dari kadar kortisol dan serotonin darah. Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Shao, J., Wei, Y., & Wei, X. (2022). Tinjauan komprehensif tentang bioavailabilitas, keamanan, dan potensi antidepresan dari komponen bioaktif alami dari teh. Food Research International. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2022.111540
Sumarny, R., Rahayu, L., Sandhiutami, N. M., & Mory, L. (2013). Efek stimulansia infus lada hitam (Piperis nigri fructus) pada mencit. Universitas Pancasila, Jakarta.
Vauzour, D. (2017). Polifenol dan kesehatan otak. https://doi.org/10.1051/OCL/2017008
World Health Organization. (2017). Depression and other common mental disorders: Global health estimates. WHO.
Yeoh, S. H., Tam, C. L., Wong, C. P., & Bonn, G. (2017). Meneliti gejala depresi dan prediktornya di Malaysia: Stres, lokus kontrol, dan pekerjaan. Frontiers in Psychology. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2017.01411
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sarah Zaidan, Syamsudin, Indira Puspawardana, Aiy Diah Ayu Pengasih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



