Criminal Liability for Traffic Accident Perpetrators with Schizophrenia
DOI:
https://doi.org/10.47134/jcl.v3i3.1.5884Keywords:
criminal responsibility, traffic accidents, schizophrenia, criminal actsAbstract
The high number of traffic accidents in Indonesia is still narrowly understood as legal events oriented towards physical victims and material losses, while the psychological impact experienced by witnesses and indirect victims has not received adequate attention in the construction of criminal law. This condition becomes increasingly problematic when accidents involve perpetrators with mental disorders, particularly schizophrenia, because positive law does not provide clear and consistent regulations regarding criminal liability and the actions that can be imposed. The National Criminal Code, through Law Number 1 of 2023, does introduce the concept of action against perpetrators who are unable to take responsibility, but the use of the phrase "can be subject to action" in Article 39 actually opens up space for legal uncertainty and excessive discretion. This study aims to analyze the weaknesses in the legal construction of criminal liability in traffic accidents involving perpetrators with schizophrenia and formulate a more just and humane normative reconstruction model. The method employed is normative legal research with a statutory and conceptual approach, which examines the principle of fault, the theory of criminal liability, and the relationship between criminal law and mental health law. The research findings indicate that the absence of standards for assessing capacity for responsibility and the lack of firm norms for action have the potential to lead to inconsistent law enforcement and neglect the interests of victims and the protection of perpetrators' human rights. This research proposes a reconstruction of criminal responsibility based on the separation of criminal acts and capacity for responsibility, strengthening the role of forensic psychiatry, and implementing a criminal and action system oriented toward substantive justice.
References
Agustriyani, F. (2024). Terapi Non Farmakologi pada Pasien Skizofrenia. Pekalongan: Nasya Expanding Management.
Balya, H., Syukran, M. Z., & Abrar, A. (2025). Peran Mens Rea Dalam Sistem Hukum: Analisis Hubungan dengan Prinsip Etika dan Keadilan. As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam dan Pendidikan, 14(1), 99-107.
Carolin, C., Putri, F. D., Halifah, J. D., Fatiha, W. A., Ratnaduhita, I., & Supriyadi, T. (2025). Hukuman Bagi Pelaku Kejahatan dengan Masalah Kejiwaan. Journal of Law and Nation, 4(1), 82-100.
Darto, A., Alam, A. S., & Purwaningtyas, F. D. (2023). Pertanggungjawaban Pidana bagi Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Pengidap Gangguan Kejiwaan dalam Prespektif Hukum Pidana. Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra, 1(2), 257-264.
Elfin, F. H. (2025). Tanggung Jawab Hukum Pelaku Kecelakaan Lalu Lintas Untuk Merehabilitasi Korban Berdasarkan Keadilan Restoratif. Ekasakti Legal Science Journal, 2(1), 60-70.
Fitrian, N., Firmansyah, M., Hadianto, A. P., & Ramadani, A. P. (2025). Asas-Asas Hukum Pidana. Jurnal Sahabat ISNU SU, 2(1), 40-46.
Fridawati, T., Gunawan, K., Andika, R., Rafi, M., Ramadhan, R., & Isan, M. (2024). Perkembangan Teori Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia: Kajian Pustaka terhadap Literatur Hukum Pidana. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 317-328.
Gayatri, G. A., & Mangku, D. G. (2026). Implikasi Pemidanaan Terhadap Hak Asasi Terdakwa Dengan Gangguan Jiwa. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum, 4(1), 3967-3981.
Ida, O. V., & Suryawati, N. (2023). Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana dengan Gangguan Kejiwaan Menurut Ketentuan Hukum Positif. Binamulia Hukum, 12(2), 263-275.
Juliansyah, M. R., Ramayanti, P., Firmansah, A., Soleha, O., & Putri, D. A. (2024). Mereformasi Kriteria DSM dan Menggali Alternatif Dalam Penanganan Skizofrenia untuk Perawatan yang Lebih Holistik. Proceeding Conference on Psychology and Behavioral Sciences, 3, 332-341.
Kila, F., Sugiartha, I. N., & Ujianti, N. M. (2023). Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Sifat Melawan Hukum dalam Perspektif Pembaruan Hukum Pidana. Jurnal Konstruksi Hukum, 4(1), 28-34.
Lamintang, P. A., & Lamintang, F. T. (2022). Dasar-dasar Hukum Pidana di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Manurung, P. (2025). Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pelaku Kecelakaan Lalu Lintas Dalam Perspektif Hukum Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan: Studi Putusan Nomor 2698/Pid. Sus/2018/PN Lbp. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum, 3(2), 878-892.
Muljohadi, R. A. (2023). Pertanggungjawaban Pidana oleh Pelaku yang Mengalami Gangguan Kejiwaan Bipolar Dalam Perspektif Hukum Pidana Islam dan Pasal 44 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. The Jure: Journal of Islamic Law, 1(1), 14-22.
Pangestu, K. J., Sugiartha, I. N., & Dinar, I. G. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana yang Mengalami Gangguan Jiwa. Jurnal Analogi Hukum, 4(3), 293-298.
Putri, N. J., & Hidayat, Y. (2024). Analisis Pertanggungjawaban Pelaku Skizofrenia Paranoid dalam Hukum Islam (Studi Putusan Nomor 105/PID. B/2023/PN_GDT). UNES Law Review, 6(4), 12430-12439.
Ramadhan, F., & Mardijono, H. A. (2023). Kemampuan Bertanggung Jawab Orang yang Mempunyai Gangguan Jiwa Akibat Melakukan Tindak Pidana Narkotika. Harmonization: Jurnal Ilmu Sosial, Ilmu Hukum, dan Ilmu Ekonomi, 1(2), 85-94.
Rivanie, S. S., Muchtar, S., Muin, A. M., Prasetya, A. D., & Rizky, A. (2022). Perkembangan Teori-Teori Tujuan Pemidanaan. Halu Oleo Law Review, 6(2), 176-188.
Sagara, P. W., Dewi, A. A., & Suryani, L. P. (2023). Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana yang Mengalami Gangguan Kejiwaan. Jurnal Konstruksi Hukum, 4(1), 118-124.
Senjaya, O., Koswara, I. Y., & Pura, M. H. (2025). Kendala dan Tantangan Perlindungan Kelompok Rentan dalam Proses Peradilan Pidana Indonesia: Perspektif Hak Asasi Manusia. Proceedings Series on Social Sciences and Humanities, 27, 1-16.
Setiawan, S. T., Abadi, S., & Aji, R. B. (2024). Penegakan Hukum Pidana Terhadap Kelalaian Pengemudi Kendaraan Bermotor yang Mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas. Law and Humanity, 2(3), 295-313.
Zainafree, I., Syukria, N., Addina, S., & Saefurrohim, M. Z. (2022). Epidemiologi Kecelakaan Lalu Lintas: Tantangan Dan Solusi. Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang, 1, 92-127.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 John Piter Tampubolon, Natsir Asnawi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






