Prasangka sebagai Hambatan Komunikasi Antarbudaya
DOI:
https://doi.org/10.47134/interaction.v1i3.3336Keywords:
Prasangka, Komunikasi antarbudaya, Stereotip etnis, Adaptasi budayaAbstract
Penelitian ini membahas prasangka sebagai hambatan dalam komunikasi antarbudaya, yang semakin penting di era globalisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa prasangka, sering kali berakar dari stereotip etnis, dapat menghambat pemahaman dan mendorong konflik antar kelompok budaya yang berbeda. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi mekanisme munculnya prasangka dan dampaknya terhadap komunikasi lintas budaya. Hasil menunjukkan bahwa stereotip menyederhanakan identitas budaya yang kompleks, menciptakan kesalahpahaman, dan memperburuk hubungan antar etnis. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merekomendasikan lima langkah strategis: menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan baik, meningkatkan pendidikan, menghindari diskriminasi, dan menjalin kerja sama antarbudaya. Dengan memahami konteks komunikasi antarbudaya secara lebih baik, diharapkan dapat tercipta hubungan yang harmonis dan saling menghormati di tengah keberagaman yang ada.
References
Alo Liliweri, Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya (Yogyakarta: LKiS, 2009), h. 46
Clifford geertz, Agama Jawa Abangan, Santri, Priyayi Dalam Kebudayaan Jawa, ed. by Aswab Mahasin & Bur Rasuanto Moh.Zaki, II (Semarang: Komunitas Bambu, 2014), h. 499.
Daniel, Velasco. (2015). 2. Evaluate, Analyze, Describe (EAD): Confronting Underlying Issues of Racism and Other Prejudices for Effective Intercultural Communication.
Hilda Yani, ‘Harmoni Interaksi Masyarakat Multikultural (Studi Deskriptif Di Desa Ujung Serdang Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang)’ (Universitas Sumatera Utara Medan, 2017).
Kalla, Joshua L.; Broockman, David E., 2021, "Replication Data for: Which Narrative Strategies Durably Reduce Prejudice? Evidence From Field and Survey Experiments Supporting the Efficacy of Perspective-Getting".
Muhammad Sulthon, Dakwah Pada Masyarakat Majemuk Dan Toleransi Beragama Dalam Revitalisasi Toleransi Beragama Berbasis Kearifan Lokal, ed. by Mochamad Widjanarko DP Budi Susetyo (Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata, 2017).
Mochamad Rizak, ‘Peran Pola Komunikasi Antarbudaya Dalam Mencegah Konflik Antar Kelompok Agama’, Islamic Communication Journal, 3.1 (2018), 88
Palashev, N. (2007). Da sazdavash realnosti, Gl. 12, University of Library Studies and Information Technologies. ©Academic Publishing House
Pavol, Sahadevan., Mukthy, Sumangala. (2021). 17. Effective Cross-Cultural Communication for International Business. Management Science.
Stefan, Kordel., Marika, Gruber. (2024). 2. 4. Data analysis.
Tri Indah Kusumawati and Others, ‘Memahami Komunikasi Antarbudaya’, Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 2000, 47–56.
Vance, Bojkov., Marieta, Goceva. (2022). 14. Trust barriers to intercultural communication. doi: 10.35120/kij5505987v
Zhukova, T.A., Sorokina, E.V., Dronova, S. Yu., Sukhorukova, D.V., & Khalevina, S.N. (2024). Ethnic stereotypes: eliminating prejudice in intercultural communication. Amazonia Investiga,13(77), 257-269.https://doi.org/10.34069/AI/2024.77.05.19
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Fahri Adnan, Tantry Widyanarti, Wahyu Wibisono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.